Pentingnya Muhasabah Seiring Bertambahnya Usia

Suara Muhammadiyah

9 November 2025

799
H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog. Foto: Cris

H Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog. Foto: Cris

SAWIT, Suara Muhammadiyah – Dalam realita kehidupan, ketika bertambahnya usia seseorang, memang acapkali sering merayakan momen-momen kehidupan dengan suka cita, seperti pesta pora yang berisi bunga rampai kegembiraan dan kenangan. Tetapi, di sisi lain, justru mengalpakan hal paling substansial, muhasabah (evaluasi diri)––yang seyogianya dilakukan, terlebih bagi seorang muslim.

Aspek-aspek vital yang perlu dilakukan muhasabah, pertama, semakin menunjukkan eksistensinya beriman kepada Allah. Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Jamaludin Ahmad menyebut, iman itu bersifat fluktuatif, terkadang meningkat, tapi juga terkadang menurun.

“Iman itu bisa bertambah, bisa berkurang. Seperti kita, bisa emosi, tetapi bisa juga tidak emosi,” katanya saat Kajian Ahad Pagi di Masjid Al Irsyad Sawit, Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Ahad (9/11).

Ditambahkan Jamal, iman menjadi bantalan vital dalam kehidupan. Karena iman, seseorang mendapatkan kekuatan batin untuk menghadapi berbagai cobaan dan tantangan hidup.

“Karena iman itu merupakan modal menghadapi godaan dan ujian hidup. Sebab kemampuan menghadapi godaan dan ujian, tidak ditentukan gelar profesor, doktor, kiai haji, tapi kualitas keimanan kita,” tegasnya.

Kedua, bersyukur kepada Allah SwT. Jamal menyingkap, kesyukuran banyak yang dimarginalisasikan oleh manusia karena hawa nafsu melebihi takaran. Salah satunya, mengguritanya kasus korupsi di negeri ini yang tak berkesudahan.

DI samping itu, kesyukuran itu, lanjut Jamal, tidak hanya ketika mendapat rezeki dalam manifes uang. “Ketika punya istri, harus bersyukur. Karena itu merupakan keberkahan dan anugerah besar dalam kehidupan kita,” tambahnya.

Ketiga, rajin beribadah. Tidak dipungkiri, beribadah merupakan denyut nadi kehidupan umat Islam. Maka, Jamal meminta, perlu ditingkatkan lagi ibadah yang belum baik, sehingga bertransformasi menjadi lebih baik lagi.

“Agar kita semua, bisa merasakan keutamaan dan manfaat luar biasa dari beribadah,” tegasnya.

Keempat, meningkatnya amal saleh. “Amal saleh harus menjadi bekal bagi setiap umat Islam dalam menyongsong hari akhir kelak,” ujarnya. Dan, yang kelima, kehidupan rumah tangga tambah lebih bagus. Jamal meminta, jangan sampai rumah tangga itu menjadi sumber konflik dan ketidakbahagiaan.

“Maka, kita semuanya harus bisa mempererat tali kasih sayang dalam keluarga agar kehidupan dunia dan akhirat kita menjadi lebih baik,” tukasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Wakil Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UM Bandung Cecep Taufikur....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Menyambut arus mudik tahun 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo sukses menggelar Silatu....

Suara Muhammadiyah

4 May 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Rapat Koordinasi (Rakor) dan Diklat Ketakmiran Majelis Tabligh Pimpin....

Suara Muhammadiyah

19 January 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Suasana penuh keceriaan menyelimuti keluarga besar SD Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah