Perlindungan Anak di Ruang Digital

Publish

21 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
95
Pendidikan

Pendidikan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Selasa, 20 Januari 2026, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah menerima kunjungan BPSDMP Kominfo Bandung di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta. Pertemuan ini adalah untuk menjajaki kerja sama Program PP TUNAS Perlindungan Anak di Ruang Digital. Kerja sama ini difokuskan pada pelatihan keterampilan digital bagi siswa dan pendidik Muhammadiyah, meliputi desain grafis, keamanan siber dasar, coding, data analytics, content creator, pemasaran digital, serta digital copywriting berbasis AI.

Selain itu, ditawarkan program Training of Trainers (ToT) Pandu Digital bagi guru Muhammadiyah, dengan target minimal dua Pandu Digital di setiap sekolah sebagai penggerak literasi dan perlindungan anak di ruang digital. Tahap awal program direncanakan menjangkau sekolah-sekolah Muhammadiyah di 3–4 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat dan Banten sebagai model penguatan literasi dan keamanan digital berkelanjutan.

Berkoordinasi dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah terkait fasilitasi kegiatan pembentukan Pandu Literasi Digital untuk sekolah-sekolah di bawah organisasi Muhammadiyah untuk wilayah Jawa Barat dan Banten - wilayah kerja dari BPSDMP Kominfo Bandung Kementerian Komunikasi dan Digital. Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk mensukseskan implementasi PP Tunas di sekolah. Indonesia emas diawali dengan generasi sehat, cerdas berperilaku, bukan hanya di dunia fisik tetapi juga di dunia digital (berinternet secara aman dan bijak). Perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab kolektif kita bersama (pemerintah, platform, orang tua, dan masyarakat).

“Kami mengapresiasi koordinasi strategis bersama Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dalam pembentukan Pandu Digital di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat implementasi PP TUNAS, khususnya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran digital yang aman, beretika, dan berpihak pada perlindungan anak.”

Pandu digital inidiharapkan menjadi agen perubahan di satuan pendidikan—tidak hanya meningkatkan literasi dan kecakapan digital guru serta peserta didik, tetapi juga memastikan pemanfaatan teknologi digital berjalan secara bertanggung jawab, mencegah risiko kekerasan, perundungan, dan penyalahgunaan ruang digital di lingkungan sekolah.

“Dengan jaringan dan komitmen Muhammadiyah yang sangat kuat di bidang pendidikan, kami optimistis model ini dapat menjadi praktik baik nasional dalam penguatan tata kelola pendidikan digital yang selaras dengan nilai-nilai karakter, perlindungan anak, dan transformasi digital berkelanjutan. Namun untuk pilot Project akan dilakukan beberapa kabupaten/kota di wilayah kerja kami, yaitu Jawa Barat dan Banten”. 

BPSDMP Kominfo Bandung ini merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital yang memiliki wilayah kerja saat ini Jawa Barat dan Banten, kecuali kota Depok, kota Bogor, kota Bekasi, Kab. Bekasi, kota Tangerang, kab. Tangerang.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Teguhkan Inklusivitas dan Kemandirian Ekonomi ​PONTIANAK, Suara Muhammadiyah – Bertepatan d....

Suara Muhammadiyah

7 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lebih dari empat puluh hari krisis kemanusiaan berlalu di Palestina. P....

Suara Muhammadiyah

23 November 2023

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Sidoarjo, bertempat di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Majeli....

Suara Muhammadiyah

10 November 2023

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Daripada mengutuk kegelapan, 1000 Cahaya memilih menjadi cahaya. Slogan....

Suara Muhammadiyah

12 November 2025

Berita

KOTAWARINGIN TIMUR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Da....

Suara Muhammadiyah

19 April 2025