Pesan Abdul Mu’ti di Syawalan Muhammadiyah Sulsel

Suara Muhammadiyah

28 March 2026

489
Istimewa

Istimewa

Minta Kelola Perbedaan dengan Semangat Fastabiqul Khaerat

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Suasana khidmat menyelimuti Halaman Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Tamalanrea, Makassar, pada Sabtu (28/03). Keluarga besar Muhammadiyah Sulsel berkumpul dalam momentum silaturahmi Syawalan 1447 H yang dihadiri oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang juga Menteri Pendidikan Nasional ini.

Kehadiran beliau bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan pembawa pesan kesejukan mengenai cara mengelola perbedaan di tengah umat.

Dalam tausiyahnya, Prof. Mu’ti menekankan bahwa keragaman mazhab dan pandangan merupakan ketetapan Allah yang tidak terelakkan. Beliau membedakan ikhtilaf ke dalam tiga kategori, yakni alamiah yang bersifat bawaan, ilmiah yang lahir dari pemikiran atau metode, serta amaliah yang berkaitan dengan tata cara pelaksanaan. 

Alih-alih terjebak dalam debat kusir mengenai siapa yang paling benar, beliau mengajak umat untuk mengedepankan semangat fastabiqul khaerat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Baginya, setiap ijtihad memiliki nilai pahala, dan biarlah Allah yang menjadi penentu kebenaran hakiki di akhirat kelak.

Guna menjaga keutuhan umat yang diibaratkan sebagai satu tubuh, Prof. Mu’ti membagikan tiga kunci kedamaian. 

Pertama, menghindari sikap elitis yang merasa superior, dengan meneladani Nabi Muhammad SAW yang tetap membumi dan peduli sesama.

Kedua, membersihkan pikiran dari prasangka buruk dan tidak menyibukkan diri mencari kesalahan orang lain.

Ketiga, menghidupkan silaturahmi yang substantif—bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan upaya tulus untuk mengurai kekusutan dan menyambung kembali tali yang terputus.

Acara ini juga menjadi panggung konsolidasi yang luar biasa dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, mulai dari Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Anggota DPR RI Dr. H. Ashabul Kahfi, hingga sejumlah kepala daerah dan legislator seperti Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari. Kehadiran para tokoh ini mempertegas peran strategis Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Menutup pesannya, Prof. Mu’ti mengapresiasi keberkahan dari pertemuan tatap muka. Meski teknologi memungkinkan komunikasi jarak jauh, kehadiran fisik dalam silaturahmi diyakini membawa energi positif yang membuat umat lebih sehat dan cerdas melalui pertukaran ilmu yang langsung dan hangat. (HFS)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Ke....

Suara Muhammadiyah

25 February 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Ashoka Indonesia mengadakan acara Training Of Fasilitator Sesi Anak K....

Suara Muhammadiyah

8 November 2025

Berita

Inovasi Kecantikan untuk Hari Raya dan Berbagi dengan Orang Tersayang JAKARTA, Suara Muhammadiyah &....

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Perubahan zaman menuntut semua pihak harus beraklimatisasi sedemikian r....

Suara Muhammadiyah

5 February 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Yogyakarta kembali mengadakan....

Suara Muhammadiyah

8 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah