PP FOKAL IMM dan FH UMT Gelat Seminar Nasional

Suara Muhammadiyah

28 February 2025

1230
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni IMM (FOKAL IMM) bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang sukses menyelenggarakan seminar nasional bertema "Revisi KUHAP dan Pemantapan Kewenangan Penyidikan Polri" pada Rabu, (26/02/2025). 

Seminar nasional ini menghadirkan empat pembicara ahli, yaitu Prof. Drs. Adrianus Eliasta Sembiring Meliala, M.Si., M.Sc., Ph.D., Prof. Suparji Ahmad, S.H., M.H., Dr. Yusuf Warsyim, M.H., dan Dr. Auliya Khasanofa, S.H., M.H. Seminar ini menarik perhatian akademisi, mahasiswa, dan praktisi hukum untuk membahas perubahan dalam sistem hukum Indonesia, khususnya terkait KUHAP dan kewenangan penyidikan Polri.

Adrianus Eliasta, Pakar Kriminologi dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa pernyataan Kapolri tentang "ada yang mengganggu kita" dan Kejaksaan Agung yang mengutamakan asas "dominus litis", menunjukkan adanya egosentrisme kelembagaan. Ia menekankan bahwa bagi publik, tidak penting apakah kepolisian atau kejaksaan yang menjadi penyidik utama, karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya. Kekhawatirannya adalah terjadinya fenomena "keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya" yang dapat merugikan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Suparji Ahmad, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas AL AZHAR memaparkan pokok-pokok perubahan KUHAP. Ia menekankan pentingnya memperjelas perluasan upaya paksa, yang mencakup tindakan seperti penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, penyadapan, dan larangan bagi tersangka untuk keluar negeri, yang harus dilakukan sesuai undang-undang.

Ia juga menyebutkan bahwa tidak ada aturan mengenai "keadaan mendesak" dalam penyitaan, sehingga izin dari Ketua Pengadilan Negeri diperlukan, yang bisa menghambat penyidikan. Selain itu, ia mempertanyakan apakah larangan bagi tersangka untuk keluar wilayah Indonesia dapat dianggap sebagai upaya paksa.

Yusuf Warsyim, anggota Kompolnas RI, dalam pemaparannya membahas revisi KUHAP untuk pemantapan kinerja penyidikan. Ia menekankan pentingnya memperjelas kata "segera" dalam Pasal 111 ayat (1) dan (2) KUHAP, termasuk durasi waktunya dan akibat hukum jika tidak dipenuhi. Ia juga menyoroti kata "wajib" dalam Pasal 104, 108, dan 116 ayat (4), yang perlu dijelaskan terkait konsekuensi hukum bagi penyidik yang gagal memenuhi kewajibannya.

Auliya Khasanofa, Wakil Rektor I UMT, dalam pemaparannya membahas penguatan kewenangan penyidikan Polri dari sudut pandang hukum tata negara. Ia menekankan bahwa dalam perspektif HTN, pembagian kewenangan antar lembaga negara harus jelas dan tidak tumpang tindih.

Penguatan kewenangan penyidikan Polri harus tetap sesuai dengan batasan yang ditetapkan oleh konstitusi dan undang-undang, agar tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan tidak menimbulkan konflik dengan lembaga penegak hukum lain seperti Kejaksaan dan KPK. Dengan kewenangan yang jelas dan diperkuat, potensi penyalahgunaan kekuasaan dapat diminimalkan, dan tujuan hukum dapat tercapai.

Acara ini dihadiri langsung oleh ketua Umum PP FOKAL IMM Prof. Dr. MA'mun Murod Albarbasy, M.Si,  Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Dr. H. Desri Arwen, M.Pd. dan Dekan Fakultas Hukum UMT Dwi Nur Fauziah Ahmad, S.H., M.H. (/m)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah mendorong lahirnya panduan etika bagi para mubaligh. Pan....

Suara Muhammadiyah

27 December 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Muhammadiyah Sur....

Suara Muhammadiyah

3 May 2025

Berita

Siap Mengukir Peradaban Semesta PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Langit pagi di Kampus Univers....

Suara Muhammadiyah

24 October 2025

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Bahwa cita-cita menjadi bangsa yang maju sebagai keniscayaan,....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Belum lama ini Muhammadiyah menerima Penghargaan Zayed Award fo....

Suara Muhammadiyah

20 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah