SLEMAN, Suara Muhamamdiyah – Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Hilman Latief, MA, PhD, melakukan kunjungan silaturahim ke Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta pada Sabtu, 4 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung perkembangan AUM rintisan PCM Gamping yang berlokasi di kawasan Mancasan, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta itu.
Dalam kunjungannya, Prof Hilman bersama Istri melihat langsung kondisi lahan dan berbagai fasilitas gedung yang telah berdiri, meliputi kantor, ruang kelas, hingga asrama santri putra dan putri beserta fasilitas untuk musyrif dan musyrifah. Kehadiran tokoh PP Muhammadiyah ini disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMP Pesantren Modern MGS Yogyakarta, Made Dike Julianitakasih Ilyasa, MPd didampingi oleh staf pengajar Aisyah Nur Khasanah dan Yuyun Qurrota A'yun.
Prof Hilman memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan pesantren yang dijalankan oleh anak-anak muda kreatif dan bersemangat di bawah bimbingan Mudir Dr Ghofar Ismail. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dalam waktu dekat, MGS akan memberikan kontribusi kuat bagi peningkatan kapasitas santri tingkat SMP melalui ciri khas pendidikan yang berbeda dari sekolah lain.
"Saya mengundang para orang tua, simpatisan, dan warga Muhammadiyah dari berbagai provinsi. Yuk, kita besarkan sama-sama pesantren ini," ajak Prof Hilman. Guru Besar UMY itu juga menekankan bahwa lulusan dari pesantren ini akan memiliki jalur yang terintegrasi dengan pesantren Muhammadiyah lainnya hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Pesantren Modern MGS Yogyakarta, Made Dike Julianitakasih Ilyasa, MPd berkomitmen untuk memberikan pengalaman pendidikan yang berbeda dari sekolah pada umumnya. "Fokus utama kami adalah pada peningkatan kapasitas santri melalui lingkungan belajar yang suportif," ungkapnya.
MGS mengintegrasikan tiga pilar kurikulum utama, yaitu kurikulum nasional dari pemerintah, kurikulum ISMUBA dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta kurikulum kealaman yang menjadi ciri khas MGS. Dalam proses pembelajarannya, MGS menerapkan metode yang sangat interaktif dengan proporsi 60% aktivitas di luar kelas dan 40% di dalam kelas guna mendekatkan siswa dengan lingkungan sekitar.
Saat ini, MGS telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang memadai, antara lain gedung kantor dan ruang kelas yang representatif, asrama santri putra dan putri yang terpisah, tempat ibadah, kebun dakwah, serta Fasilitas tinggal bagi musyrif dan musyrifah untuk memastikan pendampingan santri.
Selain fokus pada integrasi kurikulum, MGS sangat menekankan penguasaan bahasa internasional melalui program rutin setiap bulan. Pada pekan kedua, para santri diwajibkan mengikuti program bahasa Inggris, sementara pada pekan keempat mereka fokus pada penguatan bahasa Arab agar mampu berkomunikasi dengan fasih dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, sekolah menyediakan berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Hizbul Wathan, Tapak Suci, English Club, dan kaligrafi, hingga olahraga ketangkasan seperti panahan dan renang.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan akses pendidikan yang luas, MGS juga menyediakan berbagai skema beasiswa, yang meliputi beasiswa yatim/duafa, beasiswa prestasi, beasiswa kader Muhammadiyah, dan beasiswa hafiz.
Menutup kunjungannya, Prof Hilman menyampaikan ucapan selamat dan dukungan moral kepada seluruh jajaran pengajar serta pengelola MGS agar terus semangat dalam mengembangkan sekolah tersebut demi kemajuan pendidikan di masa depan. (Rpd)
