Prof Irwan Akib: Tauhid Terwujud dalam Keunggulan Amal Usaha

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

814
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Buka Pengajian Ramadan PWM Sulsel

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Ketua PP Muhammadiyah Prof Irwan Akib menegaskan, tauhid dalam Muhammadiyah harus hadir sebagai kerja nyata: sekolah, kampus, dan rumah sakit Muhammadiyah mesti dikelola unggul dan berkarakter, bukan sekadar memenuhi ukuran administratif. Pesan itu ia sampaikan saat membuka Pengajian Ramadan 1447 H PWM Sulawesi Selatan di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar, Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam pembukaan pengajian, Prof Irwan mengingatkan bahwa amal usaha Muhammadiyah lahir dari pergumulan sejarah umat. Pendirian sekolah oleh KH Ahmad Dahlan, katanya, merupakan jawaban atas keterjajahan, ketertinggalan, dan kebodohan yang berpotensi melahirkan pelbagai problem sosial. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah semestinya menjadi lokomotif pencerahan yang memperkuat daya saing sekaligus memperdalam nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ia juga menautkan misi layanan kesehatan Muhammadiyah dengan agenda pemurnian akidah. Rumah sakit, menurut Prof Irwan, tidak hanya berfungsi menyembuhkan, tetapi juga membimbing umat agar tidak terjebak pada praktik-praktik yang menjauhkan nalar sehat dan tauhid ketika menghadapi sakit.

Prof Irwan menyoroti kecenderungan sebagian amal usaha yang mengejar akreditasi, namun kehilangan ruh yang membedakan Muhammadiyah. “Sekolah unggul” tidak cukup diukur dari rapor kelembagaan, melainkan dari kualitas pembelajaran, integritas pengelolaan, dan karakter keislaman yang terasa dalam kultur institusi. Pengelolaan yang “asal jadi”, lanjutnya, tidak sejalan dengan misi Islam berkemajuan.

Di hadapan peserta, Prof Irwan juga menyampaikan pesan organisatoris: amal usaha tidak perlu ragu menjadi tuan rumah agenda persyarikatan. Pengalaman panjang Muhammadiyah, katanya, menunjukkan menjadi tuan rumah tidak mengurangi rezeki, justru sering menghadirkan keberkahan dan memperkuat jejaring gerakan.

Pada bagian lain, ia menyinggung hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah. Menurutnya, Muhammadiyah akan mendukung kebijakan yang baik bagi umat dan bangsa, namun tetap menyampaikan kritik dan masukan bila terdapat kekurangan—sebagai wujud tanggung jawab moral gerakan.

Pengajian Ramadan 1447 H PWM Sulsel dijadwalkan berlangsung Sabtu–Ahad (28 Februari–1 Maret 2025). Kegiatan ini diikuti Pimpinan Majelis/Lembaga PWM Sulsel, Organisasi Otonom tingkat wilayah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Sulsel, dan BPH dan Rektor PTMA se Sulsel. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dengan tema-tema yang menautkan penguatan akidah, praksis tajdid, serta pemberdayaan umat melalui amal usaha.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa program studi Teknik Informatika (TI) Fakultas Teknik ....

Suara Muhammadiyah

20 November 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta, Dan....

Suara Muhammadiyah

3 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebuah terobosan internasional kembali dikembangkan SD Muhamma....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka mengembangkan pembinaan prestasi olahraga tenis meja Lem....

Suara Muhammadiyah

25 January 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keji, Cabang Muntilan kabupaten M....

Suara Muhammadiyah

24 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah