Qurban Zero Plastik MLH PCM Blimbing

Publish

2 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
153
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Idul Adha tahun ini terasa lebih hangat sekaligus lebih hijau. Di tengah meningkatnya kesadaran akan persoalan sampah plastik, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PCM Blimbing menghadirkan gerakan “Berbagi Qurban Zero Plastik” bersama berbagai lembaga pendidikan dan komunitas, yaitu MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo, SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo, PAUD-SD Muhammadiyah Imam Syuhodo, Alumni Imam Syuhodo Angkatan ke-20 dan PPTQ Shirathun Najah.

Kolaborasi lintas lembaga ini tidak hanya menghadirkan semangat ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga membawa pesan ekologis yang kuat di momentum Idul Adha 1447 H.

Pelaksanaan penyembelihan dan distribusi qurban dilakukan di tiga titik, yakni MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo, PPTQ Shirathun Najah, dan kawasan Gunung Wangunan Giriwoyo, Wonogiri. Dari para mudhahhy, terkumpul amanah qurban sebanyak 38 ekor kambing dan 1 ekor sapi yang kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di Sukoharjo, Karanganyar, hingga Wonogiri.

Namun ada hal yang membuat kegiatan ini terasa berbeda. Jika biasanya pembagian daging qurban identik dengan kantong plastik sekali pakai, tahun ini para panitia justru sibuk menata besek bambu dan daun jati. Aroma daun jati yang khas, besek-besek yang ditata rapi, serta keterlibatan para siswa dan santri menghadirkan wajah qurban yang lebih berkelanjutan: sederhana, membumi, dan tetap berpijak pada kearifan lokal.

Sekretaris MLH PCM Blimbing, ust. Saptoro, S.Pd., menyampaikan bahwa qurban semestinya tidak hanya menghadirkan nilai spiritual, tetapi juga kepedulian terhadap bumi.

“Ibadah qurban mengajarkan keikhlasan dan kepedulian. Maka semangat berbagi itu kami hadirkan sekaligus dengan kepedulian terhadap lingkungan. Jangan sampai ibadah yang mulia justru meninggalkan persoalan sampah plastik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sejak pagi hari, para siswa, santri, relawan, dan masyarakat sekitar tampak bergotong royong dalam proses penyembelihan hingga distribusi. Ada yang menyiapkan besek, ada yang membungkus daging dengan daun jati, ada pula yang membantu mengantarkan daging ke masyarakat.

Ust. Malik, S.Pd.I., selaku Kepala MTs Muhammadiyah Pontren Imam Syuhodo yang juga bendahara MLH, mengungkapkan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin hangat antar lembaga.

“Kolaborasi ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan qurban, tetapi juga pendidikan karakter. Para siswa belajar tentang gotong royong, kepedulian sosial, pelayanan masyarakat, sekaligus tanggung jawab menjaga alam.”

Senada dengan itu, Kepala SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo, ust. Hajri, M.Pd., menilai keterlibatan para pelajar dalam kegiatan qurban menjadi sarana pendidikan yang sangat berharga.

“Anak-anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung tentang empati, kepedulian, dan makna berbagi kepada masyarakat. Ini menjadi pengalaman pendidikan yang hidup dan membekas.”

Sementara itu, penggunaan media alami seperti besek dan daun jati dinilai menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi pembentukan kesadaran generasi muda.

Ust. Sri Jono, S.Si., mewakili PAUD-SD Muhammadiyah Imam Syuhodo menyampaikan bahwa gerakan seperti ini penting dikenalkan sejak dini kepada anak-anak.

“Membiasakan penggunaan media alami seperti besek dan daun jati adalah langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar. Kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa ibadah juga harus menghadirkan manfaat bagi bumi dan lingkungan.”

Pesan serupa juga disampaikan oleh ustadzah Istiq, S.Pd. dari PPTQ Shirathun Najah. Menurutnya, penggunaan bahan alami dalam pembagian qurban membawa nilai kearifan lokal sekaligus keberlanjutan.

“Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi. Mengurangi sampah plastik dalam kegiatan qurban adalah bagian kecil dari amanah besar menjaga ciptaan Allah.”

Tidak hanya lembaga pendidikan, para alumni juga turut mengambil bagian dalam gerakan ini. Kehadiran Alumni Imam Syuhodo Angkatan ke-20 menambah kuat semangat kebersamaan lintas generasi.

“Kami merasa bahagia bisa turut mengambil bagian dalam gerakan kebaikan ini. Semoga qurban tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi gerakan kepedulian yang terus hidup di tengah masyarakat,” ujar Mas Sholihin mewakili alumni.

Qurban Link Tanpa Plastik di Pelosok Wonogiri 

Semangat berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan mewarnai pelaksanaan kegiatan Qurban Link 2026 yang diselenggarakan di Dusun Gunung Wangunan RT 01/RW 10, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri pada Rabu (27/5). 

Kegiatan ini mengusung tema “Menghubungkan Hati, Menebar Rahmat, Menjaga Bumi”, sebagai wujud sinergi antara nilai ibadah, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Qurban Link merupakan kegiatan kolaboratif yang melibatkan Alumni Ponpes Muhammadiyah Imam Syuhodo Angkatan 20, PPTQ Shirotunnajah, dan Majelis Lingkungan Hidup PCM Blimbing, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan amanah para shohibul qurban kepada masyarakat di wilayah pelosok sekaligus mengedukasi pentingnya pelaksanaan qurban yang ramah lingkungan.

“di kegiatan perdana ini, Alhamdulillah panitia berhasil menghimpun 19 ekor kambing qurban dari Shohibul qurban yang kemudian didistribusikan ke beberapa titik penerima manfaat. Sebanyak 2 ekor kambing disalurkan kepada SMK Muhammadiyah Giriwoyo, 6 ekor kambing di Dusun Tirisan, dan 11 ekor kambing di Dusun Gunung Wangunan,” ujar Sholikin, Ketua Panitia Qurban Link.

Tidak hanya berfokus pada distribusi hewan qurban, kegiatan ini juga mengedepankan aspek pelestarian lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, panitia menggunakan besek bambu dan daun jati sebagai kemasan daging qurban. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen panitia dalam mengurangi timbulan sampah plastik serta mengangkat kembali penggunaan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.

Awaludin, Majelis Lingkungan Hidup PCM Blimbing menjelaskan bahwa “Program Berbagi Qurban Zero Plastik ini bermula dari melihat praktik berbagi qurban yang secara umum menggunakan plastik, meskipun murah dan "terkesan" simple, namun ternyata menyisakan PR yang cukup besar bagi ekologi, yaitu sulit terurainya plastik dan membutuhkan waktu yang relatif tidak sebentar. Disisi lain, ada kebanggaan tersendiri secara local wisdom masyarakat, ketika berbagi makanan kepada sesama, sudah tidak asing dengan media besek dari bambu maupun daun jati.”

Melalui kegiatan Qurban Link ini, panitia berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian lingkungan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, manfaat qurban tidak hanya dirasakan pada hari pelaksanaannya, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (HKR)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Gelar Pelatihan Asah Bilah PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah – Jagal Halal Halal Muhammadiyah (JA....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

PADANG PARIAMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat me....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

TAKENGON - Suara Muhammadiyah – POSKORDA (Pos Koordinasi Daerah) Pimpinan Daerah Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakar....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Moehi National Competition (MONACO) ke-8 tahun 2023 ditutup, Ahad (1....

Suara Muhammadiyah

11 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah