YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pemuda merupakan garda utama bagi bangsa Indonesia. Demikian dikemukakan Bhisma Rahaditya Handoko, Wakil Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Jetis Kota Yogyakarta.
Di situlah Bhisma mendorong kepada seluruh kader agar tidak patah arang dalam mengeksplorasi diri hatta zaman yang kian menggurita.
"Terus belajar, terus-menerus mengokohkan diri, berkiprah bagi bangsa Indonesia ini," seru Bhisma, Sabtu (25/4) saat Silaturahmi dan Rapat Kerja PCPM dan PCNA Jetis Kota Yogyakarta di TK Aba Jetis Yogyakarta dengan tema "Pemuda Berdampak, Indonesia Tangguh Berkemajuan."
Derivasi dari situ, niscaya tampil menjadi kader Persyarikatan yang terbaik. Yang pokok pangkalnya, memiliki paradigma berpikir yang beyond. "Artinya lebih berpikiran luas dan melampaui," imbuhnya lagi.
Berpikir melampaui, sambungnya, seyogianya mampu memberikan kontribusi terhadap denyut nadi kehidupan. Tidak bisa tidak, di situlah titik fundamenntal dari ekspansi derap langkah pemuda Muhammadiyah.
"Muhammadiyah tidak akan kokoh kalau tidak ada pemuda di dalamnya. Maka melalui raker ini kita dapat membentuk program-program strategis yang dapat dijadikan acuan kita bersama untuk bekerja di bawah naungan Persyarikatan," tegas Bhisma.
Di sambung, Ketua PDPM Kota Yogyakarta Muhammad Tegar Yudha, meminta agar raker jangan tumpul pada program-program yang berjibun, tapi dari sisi ejawantahnya malah jauh panggang dari api. "Programnya tidak perlu banyak, tapi harus berdampak nyata," tekannya.
Dampak nyata itu lebih substansial. "Untuk Jetis pada khususnya," beber Yudha. "Daripada banyak program, tapi tidak pernah tersentuh sama sekali," sambungnya lagi.
Karena itu, Yudha minta fokus pada kebutuhan esensial masyarakat sekitar Jetis. "Apa yang dibutuhkan, kita fokus jalankan program di situ," tambahnya.
Serupa itu, Ketua PCM Kota Yogyakarta Imam Bayu Nugroho sangat bangga dengan eksistensi PCPM dan PCNA Jetis Kota Yogyakarta. Lebih-lebih dalam konteks raker ini. "Saya kira ini awal kebangkitan kader di Jetis," tegasnya.
Dipintanya jua, agar kader Jetis harus bisa mengonstruksi program yang berdampak. "Kalau berbicara umat, harus berkembang juga," ucapnya, mengaksentuasikan ihwal program ke depannya. Juga, didorong memiliki sensitivitas terhadap kemajuan zaman.
"Jangan tertinggal. Biasakan dengan kecepatan kemajuan teknologi saat ini," tegasnya.
Disambung Ketua PCA Jetis Kota Yogyakarta Mimi Candra berharap Raker ini dapat berjalan dengan sukses dan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik yang dapat dilaksanakan ke depannya.
"Pemuda-pemudi PCPM dan PCNA Jetis ke depannya lebih semangat, lebih solid, tetap rukun, tetap saling kerjasama, saling apa saling support," pintanya.
Wakil Bendahara PDM Kota Yogyakarta Noviar Handi Al Fani menggarisbawahi agar raker ini jangan stagnan tercatat di kertas putih, tapi benar-benar terejawantah di kehidupan nyata.
"Karena setelah dilantik ya harus bekerja, setelah dikasih amanah ya harus dijalankan amanah yang diberikan," urainya.
Di lain sisi, Noviar meminta agar berorganisasi jangan beku, statis, dan pasif. Tapi, mesti bergembira agar dapat berkelindan dengan konstruksi program kerja.
"Ojo susah, ojo serius-serius banget. Kalau serius-serius banget nanti cepat tua," celetuknya, yang diingatkan hal tesebut berimplikasi dengan Mars Pemuda Muhammadiyah, "Slalu siap sedia, selalu bergembira."
"Ayo kita perbanyak teman-teman untuk rapat, untuk berdiskusi. Dibuat nyaman hasilnya ada," tandasnya.
Raker ini juga diisi dengan Tausiyah. Dengan pembicara Sukma Haditya, kader Muhammadiyah. Diharapkan, dari raker ini dapat memperkuat denyut nadi aktivitas seismik pergerakan PCPM dan PCNA Jetis ke depannya. (Cris)
