Rakornas Humas PTMA, Ketua PP Muhammadiyah Dorong Branding Jujur dan Cerdas

Publish

5 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
536
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Irwan Akib menegaskan, fungsi kehumasan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) tidak lagi sekadar menyebarkan informasi kegiatan. Di tengah persaingan perekrutan mahasiswa dan arus komunikasi digital yang serba cepat, humas dinilai menentukan terbentuk-tidaknya persepsi publik terhadap institusi.

Pesan itu disampaikan Irwan saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Humas PTMA di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini diikuti sekitar 123 peserta dari 74 PTMA.

Irwan meminta humas kampus memperkuat pemberitaan berbasis prestasi, alih-alih terpancing meladeni isu negatif secara terbuka. “Kalau ada berita jelek, jangan dilawan. Lawanlah dengan prestasi,” ujarnya.

Ia menilai, perdebatan di ruang publik atas isu negatif justru berpotensi memperpanjang siklus pemberitaan. Karena itu, humas diminta merespons dengan menghadirkan informasi yang terverifikasi mengenai capaian akademik, layanan, maupun inovasi kampus agar perhatian publik beralih pada kinerja institusi.

Dalam kesempatan itu Irwan juga mengingatkan pentingnya disiplin komunikasi internal. Ia mengibaratkan PTMA sebagai “satu kapal besar” yang dapat goyah bila ada “kebocoran” informasi yang semestinya diselesaikan di dalam institusi. Menurut dia, tidak semua persoalan internal layak menjadi konsumsi publik, terutama bila dapat menggerus kepercayaan.

Soal branding, Irwan menekankan bahwa PTMA tetap wajib menyampaikan informasi secara jujur. Namun, humas perlu cermat memilih pesan dan cara penyampaiannya. Ia mencontohkan komunikasi pariwisata yang mampu membuat publik memahami nilai sebuah tempat melalui narasi yang tepat.

Ia juga menyinggung “ekonomi reputasi” dalam kompetisi perguruan tinggi. Kualitas layanan dan mutu akademik, kata Irwan, bisa saja setara, tetapi persepsi publik dapat berbeda karena kemasan dan kanal komunikasi. “Jangan sampai kualitas bintang lima terbaca seperti kaki lima,” ujar Guru Besar Unismuh Makassar itu. 

Dalam konteks persaingan PTN–PTS dan fluktuasi jumlah calon mahasiswa yang sempat menjadi pembahasan di lingkungan PTMA, Irwan meminta humas mengangkat “emas” institusi yang kerap tertutup “lumpur”. Maksudnya, mempertegas keunggulan kampus secara konsisten agar publik tidak membangun penilaian hanya dari fragmen-fragmen negatif.

Rakornas tersebut juga menjadi momentum konsolidasi Forum Humas PTMA yang selama ini banyak berjejaring melalui ruang daring. Dalam laporan, Ketua Forum Humas PTMA, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd, forum disebut telah ada sejak 2014 dan mendapat penguatan melalui pelatihan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang). Forum Humas PTMA juga telah memperoleh landasan formal melalui SK Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah tertanggal 17 Februari 2025.

Rakornas ini diikuti oleh Kepala Subdirektorat Humas dan Protokoler Unismuh Hadisaputra, bersama Arinal Hidayah.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Penanganan diabetes tidak dapat disamaratakan, termasuk pada kasus ....

Suara Muhammadiyah

26 December 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah –  Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Kudus bersama  ....

Suara Muhammadiyah

15 October 2024

Berita

PEMATANG SIANTAR, Suara Muhammadiyah – Lima ribu jamaah ramaikan kegiatan tabligh akbar tiga o....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) telah membuka progra....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada acara Penutupan Konferensi Mufasir Muhammadiyah, Ketua Pimpinan....

Suara Muhammadiyah

13 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah