Relevansi Seni Budaya dalam Kehidupan

Publish

11 November 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1669
Dr KRT Akhir Lusono, SSn., MM, CHRMP

Dr KRT Akhir Lusono, SSn., MM, CHRMP

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada acara Kajian Sabtu Pagi pada (9/11), Wakil Sekretaris Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr KRT Akhir Lusono, SSn., MM, CHRMP, menyampaikan materi tentang "Seni Budaya yang Mencerahkan". 

Dalam kajiannya, Akhir Lusono menekankan pentingnya seni dan budaya dalam kehidupan yang dapat memberikan pencerahan dan mendamaikan hati, bukan malah membuat hati gelisah atau galau. Menurut Lusono, seni budaya memiliki fungsi penting sebagai media ekspresi spiritual yang dapat menyampaikan perasaan iman dan syukur kepada Allah SWT. 

“Seni budaya erat kaitannya dengan pesan moral dan pembelajaran, seperti teks-teks lagu, syair, dan puisi yang menyiratkan keagungan Ilahi dan kebesaran Allah SWT. Selain itu, seni juga dapat mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan, seperti tradisi Lebaran yang mempererat hubungan antar sesama setelah menjalankan ibadah Salat Idul Fitri,” ujarnya.

Lusono menjelaskan dalam perspektif agama, keindahan adalah bagian dari iman dan agama mendorong apresiasi terhadap keindahan yang tidak melanggar syariat. Seni yang digunakan untuk kebaikan dianggap sebagai ibadah. Contohnya adalah seni kaligrafi, arsitektur masjid, dan musik Islami. Kaligrafi Islami, misalnya, menekankan keindahan ayat-ayat Allah SWT dan membantu mengingat Allah dengan memperindah tulisan Al-Qur'an.

Beliau juga menyebutkan bahwa ada seniman kaligrafi besar seperti Ustaz Saiful Adnan yang karyanya telah dikenal di tingkat nasional dan internasional. “Karya seni kaligrafinya sangat memikat dan mampu memberikan dampak spiritual yang mendalam,” tuturnya.

Selain kaligrafi, tarian Sufi juga merupakan contoh seni yang menggambarkan perjalanan spiritual menuju Sang Pencipta. Gerakan tari Sufi melambangkan keikhlasan dalam pengabdian kepada Allah SWT. Namun, dalam konteks Muhammadiyah, seni budaya harus mengikuti asas kepantasan, kepatutan, dan norma yang dijunjung tinggi.

Lusono menegaskan bahwa seni budaya yang mencerahkan haruslah sejalan dengan syariat dan tidak melanggar ketentuan dari Allah. “Seni dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan dengan Allah dan sesama, serta meningkatkan rasa syukur dan keimanan,” imbuhnya. (Azka/Lika)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Cirebon melaksanakan kegiatan Masa Ta’a....

Suara Muhammadiyah

4 October 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - MI Muhammadiyah 25 (MIM 25) Surabaya menggelar Grand Launching S....

Suara Muhammadiyah

1 November 2025

Berita

TAIWAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) kembali menunjukkan komitmennya....

Suara Muhammadiyah

7 September 2024

Berita

Khutbah Idul Adha 1447 H di Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin Tekankan Makna Qurban di Tengah Tantang....

Suara Muhammadiyah

29 May 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Selangkah lagi Timnas Indonesia U-23 akan mengukir sejarah dengan tam....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah