GARUT, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut menggelar Pengajian Silaturahim Ba’da Idul Fitri 1447 H dengan tema pemberdayaan ekonomi umat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Garut, Ahad (29/3).
Kegiatan ini menghadirkan Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. H. Hilman Latief, serta dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. H. Yadi Janwari, M.A. serta ketua Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rohmat Nugraha. M.Pd.
Pengajian tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan silaturahmi bagi anggota dan simpatisan Muhammadiyah di tingkat daerah, dengan fokus pada penguatan dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua PDM Garut, Dr. Agus Rohmat Nugraha. M.Pd , menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda pembinaan yang akan ditindaklanjuti hingga tingkat cabang dan organisasi otonom di Kabupaten Garut.
“Kegiatan hari ini adalah pengajian pembinaan silaturahmi Ba’da Idul Fitri untuk anggota pimpinan dan simpatisan Muhammadiyah. Ini kegiatan tingkat daerah, dan insya Allah akan ditindaklanjuti oleh pimpinan cabang dan ortom,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran pimpinan pusat Muhammadiyah diharapkan menjadi penyemangat baru dalam menguatkan peran organisasi, baik dalam aspek keumatan maupun kebangsaan.
“Semoga ini menjadi spirit untuk meningkatkan kekhidmatan kita dalam mengelola urusan keumatan dan kebangsaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Rohmat Nugraha juga mengungkapkan sejumlah program strategis Muhammadiyah Garut, di antaranya rencana pendirian rumah sakit Muhammadiyah, pengembangan universitas, serta penjajakan pembangunan pesantren bertaraf internasional.
Menurutnya, saat ini Muhammadiyah Garut baru memiliki dua klinik, yakni Klinik Darul Arqam di Garut Kota dan satu lainnya yang berada di bawah PCM.
Ke depan, kata Ia, pengembangan layanan kesehatan akan diperluas ke berbagai wilayah seperti Garut Utara, Garut Selatan, dan pusat kota.
“Kita tidak hanya berhenti di klinik, tetapi ke depan harus mengarah pada hadirnya rumah sakit Muhammadiyah. Tipe apapun, yang penting kita mulai,” tegasnya.
Selain sektor kesehatan, Muhammadiyah Garut juga menargetkan peningkatan status lembaga pendidikan tinggi yang ada menjadi universitas, guna menjawab kebutuhan dakwah pendidikan di tingkat lanjut.
Sementara itu, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat dakwah dalam setiap peran kehidupan, baik sebagai profesional, pengusaha, maupun bagian dari masyarakat.
“Posisi apapun, jabatan apapun, jangan hilang semangat dakwahnya. Ajak kepada kebaikan,” ujarnya.
Ia juga memaparkan konsep Islam Berkemajuan yang diwujudkan melalui empat gerakan utama, yakni dakwah, tajdid (pembaruan), ilmu, dan amal. Keempatnya menjadi landasan Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang modern, inklusif, dan berkemajuan.
Hilman Latief menambahkan, dakwah ekonomi atau tijaroh juga menjadi bagian penting dalam gerakan Muhammadiyah, dengan menekankan prinsip kejujuran, keadilan, dan kemaslahatan umat.
Pengajian ini sekaligus menjadi ruang refleksi dan penguatan arah gerakan Muhammadiyah Garut yang mulai mengembangkan paradigma baru, tidak hanya fokus pada dakwah konvensional, tetapi juga pada penguatan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan berbasis umat.
“Kita mencoba sesuatu yang baru, seperti dakwah ekonomi melalui badan usaha milik Muhammadiyah, serta penguatan sektor kesehatan,” pungkasnya.
