KLATEN, Suara Muhammadiyah – ‘Aisyi Tower Klaten menjadi wajah baru bisnis perhotelan perempuan Muhammadiyah pertama di Indonesia. Atas dasar hal itu, Salmah Orbayinah menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya.
“Jadi tetap harus dikelola secara profesional,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah tersebut, Selasa (16/6) saat Soft Opening ‘Aisyi Tower Klaten.
Salmah mendorong hadirnya ‘Aisyi Tower Klaten ini bisa memberikan profit sebagaimana yang telah dicandra. “Tidak boleh rugi,” tegasnya, yang dari sini tetap diinvestasiskan untuk mewujudkan tujuan dari organisasi itu sendiri.
“Hotel ini utamanya adalah layanan akomodasi, menyediakan kamar,” ujar Salmah, mendorong untuk diperhatikan secara saksama pelayanannya. Demikian pula halnya terkait dengan makanan dan minuman, Salmah mendorong mesti diutamakan penyajiannya.
“Tidak hanya untuk yang menginap, tetapi bisa menjadi bagian iklan untuk event-event tertentu. Sehingga harus diperhatikan betul,” pintanya.
Di situlah dakwah menemukan wujudnya, bukan hanya melalui ceramah dan pengajian, tetapi juga melalui pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dakwahnya bisa berupa pelayanan hotel yang berkemajuan, layanan hotel yang bersih. Jadi bersihnya tidak hanya di ruang tertentu, tapi semuanya bersih,” katanya.
Bottom of Form
Selain itu, Salmah berpesan agar kebersihan hotel tetap harus dijaga dan dirawat sebagaimana semestinya. “Gedung yang bagus itu juga bagian dari dakwah,” bebernya. Termasuk, layanan karyawan yang santun, sopan, dan menjaga barang dari pelanggan. “Itu juga salah satu bentuk dakwah kita,” imbuhnya.
Bersamaan dengan itu, Salmah meminta perlu ada jasa tambahan di ‘Aisyi Tower Klaten. Termasuk, mengadakan aneka event Persyarikatan, secara khusus, dan juga event yang bersifat umum, yang bisa menarik atensi masyarakat untuk melangsungkan kegiatan di hotel tersebut.
“Jadi ini harus diambil peluang yang itu bisa menambah income,” sebutnya, yang di sinilah menjadi letak hal menarik untuk menarik atensi masyarakat bertandang ke hotel tersebut.
Lebih-lebih mengintegrasikan dimensi digitalisasi, karena hal demikian itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dinafikan.
“Kondisi kita sekarang digital juga sangat maju; digitalisasi layanan, Alhamdulillah sudah dilakukan,” ucap Salmah.
Termasuk mengembangkan konsep green hotel. Artinya, pengelolaan hotel dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.
“Green hotel itu tidak hanya hijau, tetapi juga hemat energi. Artinya pengelolaan sampah harus diperhatikan, sanitasi tidak boleh sampai mencemarkan tetangga,” ucapnya.
Aspek personalisasi layanan pun turut menjadi bagian penting dalam pengelolaan hotel. Melalui pendekatan ini, bisa membangun kerekatan langganan dengan pihak pengelila hotel sekaligus menghadirkan layanan yang lebih berkualitas.
“Kira-kira preferencenya ke mana. Langganan itu macam-macam. Mana yang berpotensi, bisa kita garap,” katanya.
Salmah berharap, ‘Aisyi Tower Klaten dapat terus berkembang jauh lebih maju ke depannya. “Semoga memberi manfaat yang banyak, menjadi gebrakan awal, dan menjadi lompatan yang benar-benar tinggi,” tandasnya. (Cris)

