Satu Dekade GPSB, Pelajar Muhammadiyah Bangga Bersama Masjid

Suara Muhammadiyah

9 June 2024

1639
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Memasuki usia ke 10 tahun atau satu dekade, program Gerakan Pelajar Subuh Berjamaah (GPSB) yang digagas Sekolah Keberbakatan Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Sains SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (MBA Spartans SMAMX) tidak terasa memasuki usia ke 10 tahun atau satu dekade. 

Pada usia ini, tantangan tidak semakin surut, namun semakin besar, apa lagi ditambah semakin beragam percepatan teknologi dan pengetahuan yang terjadi saat ini, utamanya pada era digitalisasi. 

Artinya, keberadaan GPSB perlu dipersiapakan dengan baik, karena dekade mendatang akan menentukan masa depan para pelajar kita, dengan percepatan teknologi, ada sebagai besar yang mempengaruhi hak para pelajar untuk tetap fokus sebagai hamba Allah. 

Untuk menghadapi tantangan tersebut, GPSB tetap konsisten melaksanakan program sholat berjamaah subuh dari masjid ke masjid hingga saat ini, bahkan sebagian besar program kegiatannya memanfaatkan keilmuan percepatan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi saat ini. 

Salah satunya tema kegiatan GPSB memasuki satu dekade "melalui digitalisasi, kita tingkatkan rasa bangga berada di masjid", yang dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Simorejo, pada Sabtu (8/6/24).

Ikut hadir pada pelaksanaan GPSB SMAMX dalam rangka menyambut satu dekade Wakil PCM Sukomanunggal M Jahja Sholahudin SPd.

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal sangat mengapresiasi kegiatan GPSB yang dilaksanakan oleh siswa SMAMX.

Jahja Sholahudin menyampaikan, pelajar saat ini tidak boleh gaptek, harus memiliki kemampuan mengikuti perkembangan zaman, jika tidak, dikhawatirkan kita akan pelajar atau generasi yang kalah di depan.

"Percepatan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terjadi saat ini dapat dirasakan di berbagai aspek, serta memiliki berbagai dampak positif dan negatif. Kalau penggunaan teknologi dan ilmu pengetahuan berdasarkan tuntunan agama, terutama Islam, maka hal ini dapat menimbulkan kehidupan yang positif, tetapi sebaliknya, jika digunakan secara negatif maka dapat menimbulkan kehidupan yang destruktif/merusak," ujar Jahja Sholahudin.

Juga perlu mendapat perhatian, teknologi dan ilmu pengetahuan yang boleh digunakan dan dimanfaatkan adalah yang telah dihalalkan oleh syari’ah islam. 

Keharusan standar syari’ah ini didasarkan kepada banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang teknologi  dan ilmu pengetahuan. 

"Jika yang kita lakukan sudah menggunakan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, saya yakin kegiatan GPSB di dekade mendatang akan selalu ditunggu oleh masjid-masjid yang ada di Surabaya, bahkan di luar Kota Surabaya," tandas Jahja Sholahudin. (Yuda)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Berita

LPO PP Muhammadiyah Dukung Penggiat Olahraga Menembak  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembag....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Nazhif Azka Fadlillah mahasiswa program studi Teknik Informatika....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberik....

Suara Muhammadiyah

13 August 2025

Berita

GORONTALO, Suara Muhammadiyah - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Provinsi Gorontalo membagikan 50 vo....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah