GOWA, Suara Muhammadiyah — Tim SatuMU Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa menyosialisasikan aplikasi Muhammadiyah Aisyiyah Super App (MASA) dan kartu tanda anggota Muhammadiyah elektronik (e-KTAM) dalam Baitul Arqam Muhammadiyah Lempangang. Kegiatan berlangsung pada Sabtu–Ahad, 19–20 September 2026, di Hutan Pinus Suaraka Tinambung, Bissoloro, Kabupaten Gowa.
Sosialisasi tersebut bertujuan memperkuat transformasi digital Persyarikatan melalui pengelolaan data keanggotaan yang modern, aman, dan terintegrasi. Tim SatuMU PDM Gowa mengenalkan sistem itu secara langsung agar peserta memahami proses pendaftaran, aktivasi, dan pemanfaatannya.
Tim SatuMU PDM Gowa, Muh. Risandi R., mengatakan migrasi menuju e-KTAM menjadi langkah penting dalam memperbarui tata kelola data anggota Muhammadiyah. Sistem elektronik tersebut akan membantu Persyarikatan menjaga dan mengelola data keanggotaan secara berkelanjutan.
“Melakukan migrasi ke kartu tanda anggota Muhammadiyah elektronik atau e-KTAM penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan data keanggotaan yang modern, aman, dan terintegrasi secara nasional,” kata Risandi.
Menurut Risandi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menginginkan data pimpinan dan anggota tersambung dalam satu sistem. Integrasi tersebut mencakup struktur organisasi mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah ingin agar data pimpinan dari tingkat pusat hingga ranting terintegrasi,” ujarnya. Karena itu, setiap tingkatan Persyarikatan perlu mendukung pemutakhiran dan migrasi data secara bertahap.
Risandi menjelaskan, digitalisasi juga bertujuan melindungi identitas kader agar tidak hanya bergantung pada kartu anggota berbentuk fisik. Data yang masuk ke dalam sistem dapat tersimpan dan dikelola secara lebih aman dari masa ke masa.
“Identitas setiap kader Persyarikatan tidak lagi bergantung pada nasib selembar kertas, tetapi tersimpan aman dalam sistem yang terus terjaga,” kata Sekretaris Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PDM Gowa tersebut.
Tim SatuMU PDM Gowa akan memberikan pendampingan kepada setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Gowa. Tim juga akan menyusun jadwal implementasi untuk membantu cabang menjalankan setiap tahap transformasi digital.
Risandi menerangkan, pendampingan mencakup migrasi data anggota, aktivasi Muhammadiyah ID, dan penerapan aplikasi MASA. Langkah itu diharapkan memastikan seluruh proses berjalan lancar hingga menjangkau organisasi Muhammadiyah di tingkat ranting.
Selain layanan keanggotaan, aplikasi MASA menyediakan sejumlah fitur yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Fitur tersebut antara lain Al-Qur’an, doa, penunjuk arah kiblat, pendaftaran KTAM, serta beragam layanan digital lainnya.
Peserta sosialisasi berasal dari PCM Lempangang, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Lempangang, organisasi otonom Muhammadiyah, serta Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Lempangang. Mereka mengikuti pemaparan mengenai fungsi MASA dan tahapan migrasi e-KTAM dengan antusias.

