SD Muhammadiyah Banyuraden Ikuti Program Istura di Gedung Agung

Publish

8 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
85
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 75 siswa kelas 4 dan 5 SD Muhammadiyah Banyuraden, Sleman mengikuti Program Istana untuk Rakyat (Istura) di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung Yogyakarta, Kamis (7/5/2026). 

Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah, wawasan kebangsaan, serta pendidikan karakter bagi peserta didik.

Melalui program tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung salah satu Istana Kepresidenan Republik Indonesia yang memiliki nilai historis penting dalam perjalanan bangsa. 

Gedung Agung Yogyakarta merupakan satu dari lima Istana Kepresidenan resmi Republik Indonesia bersama Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, dan Istana Tampaksiring.

Dalam kegiatan kunjungan, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah Gedung Agung yang pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia ketika ibu kota negara dipindahkan ke Yogyakarta pada tahun 1946. 

Pada masa revolusi tersebut, Presiden Soekarno menggunakan Gedung Agung sebagai tempat berkantor sekaligus kediaman resmi selama pemerintahan berada di Yogyakarta.

Selain mempelajari sejarah pemerintahan Republik Indonesia, para siswa juga diajak mengunjungi sejumlah ruangan bersejarah yang berada di kawasan istana, di antaranya Ruang Garuda, Ruang Diponegoro, Ruang Jamuan VVIP, Ruang Kesenian, serta Ruang Sudirman yang menjadi lokasi pelantikan Jenderal Besar Sudirman sebagai Panglima TNI pada 3 Juni 1947.

Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa, menyampaikan bahwa Program Istura memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan mendalam bagi siswa karena materi sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap situs bersejarah nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai nasionalisme, penghargaan terhadap perjuangan bangsa, serta kecintaan terhadap sejarah Indonesia.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna bagi siswa. Anak-anak dapat melihat secara langsung berbagai ruang dan peninggalan sejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini menjadi sarana pembelajaran untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menumbuhkan semangat cinta tanah air sejak dini.

Ia menambahkan, sekolah terus mendorong pelaksanaan pembelajaran berbasis pengalaman sebagai upaya memperkaya pengetahuan siswa sekaligus membangun karakter generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan sejarah, tetapi juga mampu memahami makna perjuangan para pendiri bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga keberlangsungan Republik Indonesia,” tandasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Berita

Ramadhan sebagai Sekolah Karakter: Lulus atau Sekadar Lewat? Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Gur....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negar....

Suara Muhammadiyah

22 August 2025

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Weru menggel....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah terus berinovasi dalam upaya yang diwariskan oleh KH Ahmad ....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah