Semarak Tarhib Ramadan, Universitas Muhammadiyah Indonesia Teguhkan Identitas Kampus Berkemajuan

Publish

11 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
97
Tarhib Ramadan

Tarhib Ramadan

BEKASI, Suara Muhammadiyah - Suasana hangat menyambut bulan suci Ramadan terasa di Masjid Al Fatah kampus Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi yang kini bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia). Kegiatan Tarhib Ramadan menghadirkan tausiyah Ustaz Fahmi Salim serta diikuti civitas akademika dengan penuh khidmat.

Ketua panitia, Ikhwan Rahmanto, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir untuk mendengarkan tausiyah menjelang datangnya Ramadan. Menurutnya, momentum Tarhib Ramadan menjadi kesempatan penting untuk menumbuhkan nuansa keislaman dan kemuhammadiyahan di lingkungan kampus.

“Ramadan tahun ini kita sambut dengan kegembiraan. Akan ada berbagai kegiatan seperti pesantren Ramadan, salat tarawih berjamaah, lomba MTQ dan pidato bagi siswa SMA/SMK, serta pelatihan zakat,” ujarnya, Rabu (11/2).

Wakil Rektor II, Prof. Latipun, turut mengajak seluruh civitas akademika memanjatkan syukur kepada Allah atas kesempatan bersilaturahmi dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kewajiban puasa bukanlah paksaan, melainkan ibadah yang penuh keberkahan.

“Tidak menjalankan puasa justru merugi. Ramadan harus diisi dengan peningkatan ibadah dan produktivitas kerja, bukan memperbanyak tidur. Kerja di bulan Ramadan penuh barokah,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman, termasuk menutup aurat bagi seluruh warga Universitas Muhammadiyah Indonesia. Selain itu, ia berharap ada mahasiswa yang berkhidmat berdakwah hingga ke Kamboja sebagai bagian dari semangat syiar Islam kampus.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Fahmi Salim mengapresiasi transformasi kampus menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia yang dinilainya luar biasa dalam mempersiapkan ilmu dan mental menyambut Ramadan. Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang menuntut kesabaran tinggi karena maknanya adalah menahan diri, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 serta didukung dalil Al-Qur’an, sunnah, dan ijma ulama.

Menurutnya, ajaran puasa juga memiliki kesinambungan dengan syariat nabi-nabi sebelumnya sebagai bentuk pendidikan spiritual umat manusia.

Mengutip pandangan Syaikh Mahmoud Syaltout, Fahmi menjelaskan bahwa puasa berfungsi menyucikan jiwa (tazkiyatun nafs), meningkatkan derajat manusia dari sekadar mengikuti hawa nafsu menuju kualitas spiritual yang tinggi, serta menjadi jalan menuju ketakwaan. Puasa juga bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan metode pendidikan jiwa agar manusia sadar bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatannya.

Selain berdimensi ruhani, puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan, termasuk proses detoksifikasi tubuh, tanpa membinasakan atau memberatkan fisik manusia.

Kegiatan Tarhib Ramadan ini diharapkan menjadi awal penguatan spiritual civitas akademika serta meneguhkan identitas Universitas Muhammadiyah Indonesia sebagai kampus yang memadukan keunggulan ilmu, akhlak, dan dakwah menjelang datangnya bulan suci Ramadan. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir pada Selas....

Suara Muhammadiyah

19 January 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Hari ini 18 November 2025 adalah hari lahir persyarikatan Muhammadiyah.....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

BANTEN, Suara Muhammadiyah - Menjelang agenda Tanwir Nasyiatul Aisyiyah (NA) II yang akan berlangsun....

Suara Muhammadiyah

4 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) mengadakan kegiatan ....

Suara Muhammadiyah

25 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen program studi Teknik Informatika UM Bandung Sutadi Triputr....

Suara Muhammadiyah

25 February 2025