Seni dan Budaya sebagai Ruang Mengekspresikan Dakwah 'Aisyiyah

Publish

10 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
358
Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Fabian

Dr Apt Hj Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Fabian

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Festival Seni Budaya ‘Aisyiyah (FeSiBA) 2025 diselenggarakan di Auditorium Saraswati Balai Besar Penjaminan Pengembangan Mutu Vokasi (BBPPMPV), Sleman. Kegiatan ini merupakan upaya pelestarian seni, budaya, dan olahraga yang digagas Lembaga Budaya dan Seni Olahraga (LBSO) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah sebagai bagian dari dakwah kultural.

Puncak acara FeSiBA 2025 berlangsung pada Sabtu (10/1) dan dihadiri langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, MKes.

Dalam kesempatan tersebut, Salmah menyampaikan tahniah atas suksesnya penyelenggaraan FeSiBA yang dinilainya mampu menjadi media dakwah yang diterima secara halus melalui seni, budaya, dan olahraga.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota LBSO yang telah luar biasa menyiapkan acara ini. Hari ini merupakan puncak acara, termasuk pembagian hadiah kepada para pemenang,” ujarnya.

Salmah menegaskan bahwa seni dan budaya dalam Islam bukanlah sesuatu yang terpisah dari nilai keimanan. Menurutnya, seni yang berakar pada tauhid dan nilai kemanusiaan justru dapat menjadi media dakwah yang lembut, mendalam, dan menyentuh jiwa.

“Islam adalah agama yang memuliakan keindahan. Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Salmah menekankan bahwa FeSiBA bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan ekspresi dakwah kultural ‘Aisyiyah. Seni, katanya, merupakan bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan kebaikan tanpa paksaan.

“Seni mampu menanamkan nilai-nilai Islam tanpa harus membully atau memaksa,” tegasnya.

Melalui LBSO, ‘Aisyiyah berkomitmen membangun peradaban dengan mendorong lahirnya seni dan budaya yang beradab, mencerdaskan, serta menguatkan peran perempuan dan karakter bangsa. Salmah berharap FeSiBA dapat terus menjadi media dakwah yang mencerahkan.

“Melalui festival ini, ‘Aisyiyah meneguhkan peran perempuan dalam seni dan budaya yang beradab, berkemajuan, dan bernafaskan Islam sebagai kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan,” pungkasnya. (Fab)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman hadir dalam ....

Suara Muhammadiyah

29 June 2025

Berita

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah – Memasuki hari ketiga Ramadan 1447 Hijriyah, bertepatan dengan....

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menerima kunjungan silatur....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jeruklegi periode 2024-2028, dengan fokus....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah