Seruan Pemberantasan Perundungan Mulai Dari Diri Sendiri

Suara Muhammadiyah

6 October 2023

1718
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah – Ternyata ada tiga macam dalam Al-Quran yang masuk istllah bullying. Yaitu, Istilah pertama adalah istihza, artinya adalah mengolok-olok. Istilah yang kedua adalah sakhr, yaitu merendahkan dan mengejek. Dan istilah yang ketiga adalah talmiz, saling mencela.

Hal itu disampaikan oleh Dwi Jatmiko dalam khutbah Jumat yang diselenggarakan Sekolah Sehat Berkarakter SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (6/10/2023).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas itu menjelaskan ciri masing-masing kriteria. “mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. (QS Al-Baqarah :14). Maka, mari serentak, tergerak dan bergerak pemberantasan perundungan bisa dimulai dari diri sendiri dengan berbekal anjuran dari alQuran,” terangnya.

Kelompok kedua, lanjutnya, adalah berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).” (QS Hud : 38. 

“Hal ini pernah disebutkan Al-Quran ketika menyinggung umat Nabi Nuh yang mengejek Nabi Nuh ketika hendak membuat bahtera,” kata dia.

Sedangkan kelompok ketiga, jelas Jatmiko salah satu Da’i Standardisasi Majelis Ulama Indonesia, adalah Istilah yang ketiga adalah talmiz, saling mencela. Disebutkan dalam surah al-Hujurat ayat 11.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka,” bebernya.

Jatmiko menjelaskan, tindakan bullying sebagaimana di atas, yaitu mengejek, mengolok-olok, memanggil dengan julukan yang tidak baik bahkan hingga menyakiti fisik sangat tidak dibolehkan, apalagi bagi kita sebagai orang-orang Islam. 

“Seorang muslim adalah manakala orang-orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya”. (Hadis riwayat Imam al-Bukhari),” terangnya dalam khutbah.

Hendaknya yang besar menyayangi yang kecil, jelas Jatmiko, mengayomi, mengajari kebaikan, dan menegur dengan baik jika melakukan kesalahan. Sebaliknya, sebagai timbal balik, yang kecil pun menghormati yang besar, yang lebih senior, yang patut dihormati dan dijadikan teladan. 

“Tidak mengolok-olok satu sama lain, mencela atau menyebut orang lain dengan sebutan yang jelek. Apabila hal ini sudah menjadi kesadaran di tengah masyarakat kita, niscaya hidup kita akan damai dan tak ada bullying di antara kita,” ungkap dia.

Sungguh beruntung, kata Jatmiko mengutip surah At-Talaq Ayat 2 dan 3, Karena dengan ketakwaan, setiap persoalan hidup yang kita alami, akan ada jalan keluarnya dan akan ada pula rezeki yang datang kepada kita tanpa disangka-sangka. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam Risalah Islam Berkemajuan, ditegaskan Muhammadiyah meniscayakan ....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Tafsir saat membuk....

Suara Muhammadiyah

21 December 2025

Berita

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama denga....

Suara Muhammadiyah

7 August 2025

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat komitmen kepemimpinan dan ideologisas....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) menyosialisasikan berbaga....

Suara Muhammadiyah

12 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah