Setelah Vakum Selama 2 Tahun, PT MNU Kembali Produksi Pupuk Petroganik, Perkuat Kemandirian Hingga Kedaulatan Pangan

Suara Muhammadiyah

21 October 2026

180
Tasyakuran Penerbitan SPJB Petroganik PT Mentari Niaga Utama (MNU) dari PT Petrokimia Gresik (21/10).

Tasyakuran Penerbitan SPJB Petroganik PT Mentari Niaga Utama (MNU) dari PT Petrokimia Gresik (21/10).

KULONPROGO, Suara Muhammadiyah — Membuka lembaran baru. PT Mentari Niaga Utama (MNU), salah satu Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang bergerak di bidang produksi pupuk organik, menggelar tasyakuran atas terbitnya Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Petroganik dari PT Petrokimia Gresik, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Terbitnya SPJB ini menjadi penanda dimulainya kembali produksi pupuk yang sempat terhenti selama dua tahun. 

Kegiatan yang berlangsung di Arjuna Lounge PT MNU, Kawasan Industri Dhisil, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, itu diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng. Acara tersebut dihadiri Ketua Dewan Pengawas Dapen Syariah Muhammadiyah Muhammad Sayuti, Direktur Utama Dapen Syariah Muhammadiyah Adhi Yunantono, Senior Vice President PT Petrokimia Gresik Andri Puji Handoyo, serta Komisaris PT MNU Khafid Sirotudin.

Momentum ini bukan sekadar menandai dimulainya kembali aktivitas produksi, melainkan juga menjadi langkah untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan membangun kemandirian hingga kedaulatan pengan di tanah air.

Menghidupkan Kembali Produksi

Komisaris PT MNU Khafid Sirotudin mengatakan, perusahaan telah melakukan revitalisasi setelah lebih dari dua tahun menghentikan kegiatan produksinya. Upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan kembali usaha sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan, kita berupaya ngudari, ndandani, nguripi. Setelah lebih dari dua tahun berhenti, kita melakukan revitalisasi,” ujarnya.

Menurut Khafid, langkah yang dilakukan PT MNU sejalan dengan semangat Muhammadiyah untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bekerja sama dengan berbagai pihak. Ia mengingatkan kembali salah satu butir Kepribadian Muhammadiyah, yakni Muhammadiyah membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain. Ini menjadi spirit yang terus dijaga oleh Muhammadiyah sampai sekarang. Bahwa untuk maju, sebuah lembaga, organisasi, bahkan negara sekalipun tidak bisa berdiri sendirian menghadapi segala tantangan yang ada.

“Ini bukan hal baru bagi Muhammadiyah. Kita hanya mengikuti titah para pendiri bangsa. Ini adalah ikhtiar yang terus kita jaga,” katanya.

Ia menegaskan, kegiatan usaha Muhammadiyah tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Setidaknya ada tiga Key Performance Indicator (KPI) yang perlu menjadi perhatian. Pertama, kebermanfaatan. Kedua, terciptanya nilai tambah. Dan yang terakhir, perolehan keuntungan yang menopang keberlanjutan usaha.

Dalam konteks produksi pupuk organik, PT MNU juga berkomitmen menjaga kualitas produk. Khafid menyebut tanaman, petani, dan akademisi sebagai tiga wasit yang dapat menjadi tolok ukur keberhasilan sekaligus pengawal mutu pupuk yang dihasilkan.

Karena itu, pengendalian kualitas (quality control) menjadi bagian penting dalam proses produksi. Menurutnya, pupuk yang berkualitas harus mampu memberikan manfaat nyata bagi tanaman dan petani serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Khafid juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyukseskan program. Terbitnya SPJB dengan PT Petrokimia Gresik menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih kuat dan berkelanjutan. “Dalam menyukseskan sebuah program, kita harus berkolaborasi. SPJB ini adalah awal,” ujarnya.

Ia berharap, kepercayaan yang diberikan kepada PT MNU dapat dijalankan secara maksimal, terutama dalam mendukung ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan.

Investasi yang Memberi Manfaat

Direktur Utama Dapen Syariah Muhammadiyah Adhi Yunantono mengajak seluruh pihak yang hadir untuk mensyukuri terbitnya SPJB tersebut. Baginya, rasa syukur perlu diwujudkan melalui tanggung jawab, komitmen, dan sinergi antara PT MNU dan PT Petrokimia Gresik.

Adhi menjelaskan, keberadaan PT MNU bukan sekadar entitas bisnis, melainkan bagian dari ikhtiar Persyarikatan Muhammadiyah melalui Dapen Syariah Muhammadiyah untuk mengembangkan investasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengelola dana milik karyawan dan pensiunan Muhammadiyah, Dapen Syariah Muhammadiyah memiliki amanah besar untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan aset para peserta. Oleh sebab itu, pengembangan usaha perlu dilakukan secara terukur, dengan memperhatikan potensi keuntungan sekaligus keberlangsungan usaha dalam jangka panjang. 

“Melalui forum ini, kami menetapkan PT MNU sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah,” ujarnya.

Menurut Adhi, dimulainya kembali kerja sama antara PT MNU dan PT Petrokimia Gresik menjadi titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Ia berharap, kolaborasi ini tidak berhenti pada hubungan transaksional antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kerja sama juga menyasar kemitraan strategis yang saling menguatkan, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, serta mendukung pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Dengan kembali beroperasinya produksi pupuk Petroganik, PT MNU diharapkan mampu memperkuat kontribusi ekonomi Muhammadiyah sekaligus mengambil bagian dalam mendukung sektor pertanian nasional. Terbitnya SPJB ini menjadi awal untuk menghidupkan kembali usaha, menciptakan nilai tambah, dan memperluas manfaat. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Head of Research INHART (IIUM) Malaysia Assoc Prof Ts Dr Amal El....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar acara Soft Launching ....

Suara Muhammadiyah

1 November 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Musim kemarau melanda Kabupaten Cilacap. Akibatnya kekeringan di beber....

Suara Muhammadiyah

5 August 2026

Berita

LAMSEL, Suara Muhammadiyah - Berlangsung di pondok pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Candipuro Lam....

Suara Muhammadiyah

15 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Musyawarah Daerah XXII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimew....

Suara Muhammadiyah

11 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah