Sikap Positif Hadapi Musibah

Suara Muhammadiyah

12 August 2026

95
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Sikap Positif Hadapi Musibah

Bangsa Indonesia mengawali tahun 2026 dalam suasana duka akibat bencana banjir di Aceh, Sumatra utara, Sumatra Barat, dan daerah lainnya. Suatu musibah berat yang tentu tidak dikehendaki oleh siapapun dan mesti dihadapi bersama dengan sikap positif. 

Sikap positif dalam menghadapi bencana sebagai suatu musibah ialah menerimanya dengan sabar disertai ikhtiar yang optimal untuk mengatasi dan mencari solusi. Bagi kaum beriman, hidup dan mati, anugerah dan musibah, serta segala hal yang terjadi di dunia ini tidaklah lepas dari Kuasa Dzat Yang Maha Esa, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah" (QS Al-Hadid: 22).

Di tengah bencana, spirit bangkit mesti dibangun oleh seluruh pihak. Bukan malah menebar keriuhan, kekalutan, dan suasana pesimis. Bangsa ini harus tangguh dan bangkit dalam menghadapi bencana seberat apapun. Kami menaruh hormat  kepada saudara-saudara korban terdampak bencana yang masih terus berjuang mengatasi kesulitan dengan kesabaran dan semangat kebersamaan yang tinggi. 

Kami juga memberi apresiasi tinggi kepada seluruh anggota TNI, Polri, aparat pemerintahan, para sukarelawan, dan seluruh anak bangsa yang tetap gigih membantu saudara-saudara korban terdampak dalam keadaan yang penuh tantangan, kesulitan, dan pengorbanan yang luar biasa. Kita sungguh mampu mengatasi musibah besar ini jika seluruh anak bangsa bersatu dalam ikatan persaudaraan yang utuh dan penuh kasih sayang satu sama lain.

Refleksi dan muhasabah diri tentu diperlukan, terutama setelah jeda. Mari  belajar hikmah dalam menghadapi musibah dan dinamika kehidupan. Dari aspek spiritualitas alangkah bijaksana bilamana segenap elite dan warga bangsa melakukan introspeksi mendalam sekaligus menata jiwa keruhanian dan sikap luhur  dalam kehidupan. Apakah ada jejak langkah yang salah dan keliru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kita diuji Tuhan Yang Maha Kuasa. Pada saat yang sama mengabaikan nilai-nilai luhur kehidupan seperti kebenaran, kebaikan, kepantasan, kemanusiaan, kemaslahatan, dan hal-hal utama lainnya dalam kehidupan. 

Sebab-sebab lahir pun bisa dicari kemudian, ketika suasana sudah reda dan kondisi darurat bencana sudah tertangani dengan sebaik-baiknya. Sejauh hal-hal yang menyangkut urusan keduniawian yang berdimensi profan, ke depan dapat dikaji  secara objektif dengan berbagai sudut pandang yang komprehensif, bagaimana  mencegah terjadinya bencana besar yang bersifat non-alami. 

Pasca darurat bencana, dari aspek ilmu pengetahuan dapat dilakukan kajian-kajian mendalam tentang masa depan tata ruang dan ekosistem Indonesia dari berbagai aspek. Kajian-kajian hendaknya dilakukan secara multidisipliner dan multiperspektif berbasis epistemologi ilmu pengetahuan yang kokoh dan objektif. Bukan kajian selintas yang dangkal berdasarkan persepsi-persepsi subjektif maupun tendensi-tendensi yang bersifat politis, yang hasilnya sepihak dan sesuai selera sendiri.

Lihatlah keadaan di lapangan, betapa tidak mudah dan sangat berat mengatasi dampak bencana. Semua pihak mengerahkan segala kemampuan hingga melampaui takaran. Kita yang jauh hanya melihat sekilas dan berdasarkan informasi media yang tidak jarang serpihan-serpihan. Apalagi melalui media sosial yang sering memproduksi informasi yang memancing amarah.

Jadi, kedepankanlah sikap dan pola pikir yang positif dan konstruktif dalam menghadapi bencana maupun dalam hidup berbangsa-bernegara ketika ada masalah. Tunjukkan sikap empati, simpati, peduli, dan berbagi yang lahir dari hati irfani yang hidup dalam jiwa yang otentik dan tidak merasa paling benar sendiri!

Sumber: Majalah SM Edisi 2 Tahun 2026


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

MUBALIGH, PEMILU, DAN LATO-LATO Pilpres, Pemilu legislatif, maupun Pilkada, Pilihan kepala desa, ju....

Suara Muhammadiyah

27 October 2023

Editorial

108 TAHUN MENGINSPIRASI Banyak pertanyaan tentang kapan Majalah Suara Muhammadiyah terbit untuk per....

Suara Muhammadiyah

20 October 2023

Editorial

PELUANG DAN TANTANGAN INDUSTRI HALAL Masih ingat dengan SGIE? Istilah SGIE sempat ramai dibicarakan....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Editorial

MEMPERKUAT JAMAAH MEMPERLUAS DAKWAH Pada masa sepuluh tahun awal keberadaannya, Muhammadiyah telah ....

Suara Muhammadiyah

15 May 2024

Editorial

Pandangan Islam Multidimensi Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M,Si. Sebagian muslim baik tokoh maupu....

Suara Muhammadiyah

22 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah