JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah dan Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat sinergi ekonomi keumatan melalui pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pembaruan kerja sama tersebut ditandai dengan pertemuan antara Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, dan jajaran direksi BSN di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/1).
Direksi BSN dipimpin oleh Direktur Consumer Banking, Mochamad Yut Penta. Pertemuan ini sekaligus menandai babak baru kolaborasi strategis setelah transformasi BTN Syariah menjadi Bank Syariah Nasional.
Dalam pertemuan tersebut, BSN memaparkan proses spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) BTN yang secara resmi bertransformasi menjadi Bank Syariah Nasional per 22 Desember 2025. Sebagai entitas mandiri, BSN kini tercatat sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia berdasarkan aset.
“Kami hadir dengan identitas baru, Bank Syariah Nasional, yang siap menggebrak industri perbankan syariah Indonesia. Dengan dukungan 672 jaringan kantor serta status sebagai bagian dari BUMN melalui kepemilikan BTN sebesar 99 persen, kami berkomitmen menjadi mitra strategis utama bagi Muhammadiyah,” ujar Mochamad Yut Penta.
Pembaruan kerja sama ini secara resmi mengalihkan kemitraan yang sebelumnya terjalin dengan BTN Syariah menjadi dengan BSN. Adapun ruang lingkup kerja sama strategis yang disepakati meliputi Layanan pembiayaan komersial, berbasis dana simpanan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Layanan pembiayaan konsumer, berupa program khusus bagi warga Muhammadiyah. Penerbitan kartu debit/ATM co-brand, sebagai identitas sekaligus alat transaksi khusus warga Muhammadiyah. Optimalisasi layanan transaksi keuangan, mencakup transfer, payroll, virtual account, hingga Cash Management System (CMS) untuk ekosistem Muhammadiyah.
Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, menyambut baik transformasi BSN sekaligus pembaruan kerja sama tersebut. Ia berharap implementasi teknis MoU dapat segera direalisasikan guna mendukung tata kelola keuangan Amal Usaha Muhammadiyah yang lebih modern, profesional, dan sesuai prinsip syariah.
“Sinergi ini merupakan langkah konkret dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Dengan dukungan layanan digital seperti Super Apps Bale Syariah serta jaringan kantor yang luas, kami optimistis warga Muhammadiyah akan memperoleh akses layanan keuangan yang lebih inklusif,” pungkas Hilman. (Nadri)

