Sinergi Lima Majelis-Lembaga, Baitul Arqam Muhammadiyah Sulsel Satukan Kekompakan Berorganisasi

Publish

1 June 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
614
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan kembali menggelar Baitul Arqam Terpadu sebagai ajang penguatan ideologi dan konsolidasi kader dari lima majelis dan lembaga strategis, yakni Majelis Tabligh, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI), Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), dan Lembaga Halalan Thayyiban (LHT).

Acara yang bertempat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM) Sulsel ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, 31 Mei - 1 Juni 2025.

Ketua Panitia, Andi Muhammad Ilham, dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya sinergi lintas majelis untuk memaksimalkan peran dakwah dan pelayanan umat.

“Melalui forum ini, kita harapkan terjadi penyatuan gerak antar-lini dakwah, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita ini satu tim. Ada yang menjadi bek, ada yang jadi gelandang, dan ada yang jadi penyerang. Semua penting,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Dahlan Lamabawa, Wakil Ketua PWM Sulsel yang menyampaikan apresiasi terhadap semangat kolektif seluruh panitia dan peserta. Ia menyebut, keterlibatan aktif lima majelis dan lembaga ini menjadi model sinergi struktural yang perlu diperluas.

“Ini momentum kita untuk saling mengenal struktur dan program. Jangan sampai bekerja dalam sekat, padahal sama-sama mengusung dakwah pencerahan. Dari sinilah kita kuatkan barisan,” jelasnya.

Peserta yang hadir, kata Dahlan, disebut sebagai “tim inti”, terdiri dari para dosen, mubalig, aktivis dakwah, hingga mantan anggota legislatif. 

Dahlan mengibaratkan perjuangan Muhammadiyah sebagai pohon hidup yang utuh, akarnya adalah akidah, batangnya ibadah, daun dan bunganya akhlak, sementara buahnya adalah amal sosial atau muamalah duniawiyah.

Menurut Dahlan, dokumen ideologis Muhammadiyah seperti Mukadimah Anggaran Dasar, MKCH, dan Kepribadian Muhammadiyah harus terus digali dan dihidupkan dalam konteks kekinian. Ia pun mengingatkan pentingnya nilai keikhlasan dalam setiap langkah dakwah.

“Melayani dakwah tidak bisa dengan setengah hati. Butuh niat murni, niat memberi. Jika tidak, semua terasa beban. Tapi jika ikhlas, semua mengalir dan bermakna,” imbuhnya.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi satu dari rangkaian aktivitas dakwah PWM Sulsel yang intens sepanjang pekan terakhir. Dalam sepekan sebelumnya, tercatat PWM menggelar Pelatihan Kader Tarjih Nasional, dan Rakor Wilayah LP2M.

Fa idza faraghta fanshab. Wa ila rabbika farghab. Maka apabila kamu telah selesai satu urusan, tetaplah bekerja keras dan hanya kepada Tuhanlah berharap,” pungkas Dahlan, mengutip QS Al-Insyirah, mengajak peserta meneguhkan tekad mereka sebagai pelayan dakwah umat.

Baitul Arqam tersebut dikelola tim instruktur yang dimandat PWM Sulsel. Wakil Ketua PWM Sulsel Muhammad Syaiful Saleh berperan sebagai Master of Training, didampingi Saiful Kaharuddin sebagai Vice of Training, dan Amri Mansyur sebagai Imam of Training. (Hadi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan....

Suara Muhammadiyah

13 August 2025

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama Himpun....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief menging....

Suara Muhammadiyah

21 November 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs Ahmad Luthfi, meneg....

Suara Muhammadiyah

30 January 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Indonesia Institute for Social Development (IISD) mendorong pemer....

Suara Muhammadiyah

13 October 2023