PURWOREJO, Suara Muhammadiyah — Suasana berbeda tampak di Desa Kaligesing, Kutoarjo, Jumat (13/2/2026). Sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, murid dan wali murid SLB Muhammadiyah Kutoarjo mengikuti kegiatan belajar interaksi dengan kuda dalam rangka meningkatkan pengetahuan sekaligus memberikan stimulasi positif bagi anak berkebutuhan khusus.
Kegiatan bertajuk “Belajar Interaksi dengan Kuda Murid SLB Muhammadiyah Kutoarjo” ini diselenggarakan oleh SLB Muhammadiyah Kutoarjo bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui program pengabdian masyarakat skema khusus. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam mengenal hewan kuda sekaligus melatih keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan motorik.
Para peserta yang terdiri atas murid serta wali murid tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada cara merawat dan memberi makan kuda, tetapi juga diajak berinteraksi secara langsung dengan pendampingan tenaga profesional. Pendekatan ini dinilai efektif sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Kepala SLB Muhammadiyah Kutoarjo, Nur Rofiqoh, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak berkebutuhan khusus.
“Alhamdulillah kegiatan kunjungan dan mengenal lebih dekat hewan kuda bagi murid dan wali murid dengan anak berkebutuhan khusus SLB Muhammadiyah Kutoarjo sudah bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar. Dengan maksud menjadikan pengalaman berharga bisa berinteraksi dengan kuda dan tentunya memaksimalkan stimulasi bagi murid,” ujarnya.
Menurut Nur Rofiqoh, interaksi dengan hewan, khususnya kuda, memiliki manfaat terapi yang signifikan. Selain melatih koordinasi gerak dan keseimbangan, kegiatan ini juga membantu anak membangun keberanian serta kemampuan sosial. Ia menambahkan bahwa keterlibatan wali murid menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Secara tidak langsung, ia menjelaskan bahwa pembelajaran di luar ruang kelas mampu memberikan suasana baru yang menyenangkan bagi anak. Lingkungan alam yang terbuka di Kaligesing turut mendukung proses adaptasi dan eksplorasi murid. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa UMY, setiap anak mendapatkan perhatian sesuai kebutuhannya.
Perwakilan tim pengabdian masyarakat UMY menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan inklusif. Program tersebut dirancang agar tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membangun pemahaman orang tua tentang pentingnya stimulasi yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.
Para wali murid mengaku senang dengan pengalaman tersebut. Mereka menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Beberapa orang tua terlihat mendampingi anak saat memberi makan dan menyentuh kuda, menciptakan momen kebersamaan yang penuh makna.

