SM dan Majelis Tarjih Soft Launching Fikih Informasi dan Fikih Zakat Kontemporer

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
466
Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

Soft launching buku Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Penerbit Suara Muhammadiyah melakukan soft launching buku fenomenal, Fikih Informasi dan Zakat Kontemporer, Sabtu (24/1) di Gedung Serbaguna Lantai 10 Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas menyampaikan, buku Zakat Kontemporer merupakan hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-31 di Gresik, Jawa Timur.

"Penanggung jawab materinya dulu adalah almarhum Bapak Fuad Zein. Kita doakan bersama mudah-mudahan menjadi bagian dari ilmu yang bermanfaat bagi beliau," ujar Hamim.

Ditambahkan Hamim, Fikih Zakat Kontemporer merupakan satu kesatuan yang dikonstruksi sedemikian rupa. "Kita buat sesuai dengan perkembangan yang ada," terangnya.

"Tidak ketinggalan zaman terlalu jauh," menekankan relevannya fikih ini.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari menyampaikan terima kasih atas kepercayaan untuk kerja sama penerbitan dua buku penting ini.

"Yang sebetulnya di lingkungan Suara Muhammadiyah cukup sering ditanya persoalan-persoalan kontemporer seputar zakat," bebernya, menyingkap betapa esensialnya buku ini.

Memang, tidak bisa dinafikan, persoalan zakat meniscayakan titik pijak yang kokoh, baik secara normatif maupun kontekstual, agar dapat menjawab kebutuhan umat.

"Melalui buku ini insyaallah bisa menjadi satu referensi yang bisa kita distribusikan secara massal," terang Deni.

Demikian pula dengan buku Fikih Informasi. Pada tahun 2019-2020, Deni sebut, buku ini sudah pernah diterbitkan dan disosialisasikan.

"Waktu itu Suara Muhammadiyah kerja sama dengan Tarjih dan Kominfo saat menterinya Pak Rudiantara," ungkapnya.

etapi, berjalannya waktu, yang disertai kompleksitas masalah kehidupan di era digital, maka buku ini dilakukan revisi untuk menemukan titik utuhnya yang relevan bagi masyarakat.

"Mengingat kita tahu informasi Microsoft yang 2020 bahwa Indonesia ternyata sangat buruk dalam versi Digital Civility Index-nya. Nomor 29 dari 32 negara, etika bermedsosnya. Maka wajar kemudian buku Fiqh Informasi ini menjadi urgen untuk kita konsumsi, khususnya di kalangan umat Islam dan Muhammadiyah," jelasnya.

Menilai fundamenntalnya dua buku tersebut, secara khusus, Deni merekomendasikan untuk menjadikan sumber utama referensi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.

"Kami boleh usul nanti, buku ini atau dua buku ini menjadi referensi wajib di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Untuk yang satu di muamalah, yang satu di informatika, di lingkungan PTM," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah — SMP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SMP UMP) menggelar u....

Suara Muhammadiyah

3 May 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Media sosial saat ini telah menjadi penentu sukses tidaknya  lemba....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen prodi Agribisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Alg....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

22 May 2024

Berita

Monitoring dan Evaluasi Libatkan Rektor dan Pimpinan Universitas MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Uni....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah