UMS Ajak Mahasiswa Pendidikan Geografi Pahami Risiko Bencana Lewat Kajian Partisipatif SPAB

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

950
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan praktik Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi nasional.

Kegiatan kuliah tamu ini diselenggarakan pada 5 dan 12 Juni 2025 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana dan Praktikum Pendidikan PRB. Acara ini menghadirkan Mariana Pardede, M.Sc., Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dari BNPB.

Mariana Pardede telah berpengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah dan satuan pendidikan dalam penerapan prinsip-prinsip ketangguhan terhadap bencana. Dalam paparannya, beliau membawakan materi bertajuk "Kajian Risiko Berbasis Partisipatif untuk Satuan Pendidikan".

Koordinator mata kuliah, Dr Puspita Indra Wardhani, MSc., menyampaikan bahwa kehadiran fasilitator nasional ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman lapangan. 

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep PRB secara teoritis, tetapi juga mampu melihat realita pelaksanaannya di lapangan, termasuk tantangan dalam mengarusutamakan prinsip SPAB di berbagai satuan pendidikan,” ujar dosen UMS itu, Senin (16/6).

Selama sesi kuliah, mahasiswa sangat antusias mengikuti pemaparan yang dilengkapi dengan berbagai studi kasus, video dokumenter, dan simulasi ringan terkait asesmen risiko di lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berdiskusi aktif mengenai peran guru geografi dalam mendorong budaya sadar bencana serta penyusunan rencana kontinjensi berbasis kurikulum.

Dalam sesi penutupan, salah satu dosen pengampu mata kuliah, Siti Hadiyati Nur Hafida, SPd., MSc., PhD., menekankan pentingnya integrasi PRB dalam proses pembelajaran lintas mata pelajaran. 

“Mahasiswa sebagai calon pendidik harus menjadi agen perubahan yang mampu membangun kesadaran risiko sejak dini di lingkungan sekolah dan masyarakat. SPAB bukan sekadar program, tetapi gerakan budaya aman bencana yang harus ditanamkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan terlaksananya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki perspektif yang komprehensif, kritis, dan aplikatif dalam merancang serta melaksanakan pendidikan pengurangan risiko bencana, baik dalam bentuk kurikulum formal maupun kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. (Fika/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Tim UMY Bawa Komunitas Ayu Jiwa Bantul Belajar Pertanian Terintegrasi di Sleman SLEMAN, Suara Muham....

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Masih dalam serangkaian agenda International Student Summit (I....

Suara Muhammadiyah

20 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat menyambut kedatangan Dr. Alvin Jason Aunario V....

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persiapan pendakian tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik dan....

Suara Muhammadiyah

25 June 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Media baru, seperti media sosial turut menjadi rujukan pemilih untuk m....

Suara Muhammadiyah

11 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah