UMS Ajak Mahasiswa Pendidikan Geografi Pahami Risiko Bencana Lewat Kajian Partisipatif SPAB

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

879
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep dan praktik Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi nasional.

Kegiatan kuliah tamu ini diselenggarakan pada 5 dan 12 Juni 2025 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana dan Praktikum Pendidikan PRB. Acara ini menghadirkan Mariana Pardede, M.Sc., Fasilitator Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dari BNPB.

Mariana Pardede telah berpengalaman dalam mendampingi berbagai sekolah dan satuan pendidikan dalam penerapan prinsip-prinsip ketangguhan terhadap bencana. Dalam paparannya, beliau membawakan materi bertajuk "Kajian Risiko Berbasis Partisipatif untuk Satuan Pendidikan".

Koordinator mata kuliah, Dr Puspita Indra Wardhani, MSc., menyampaikan bahwa kehadiran fasilitator nasional ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman lapangan. 

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep PRB secara teoritis, tetapi juga mampu melihat realita pelaksanaannya di lapangan, termasuk tantangan dalam mengarusutamakan prinsip SPAB di berbagai satuan pendidikan,” ujar dosen UMS itu, Senin (16/6).

Selama sesi kuliah, mahasiswa sangat antusias mengikuti pemaparan yang dilengkapi dengan berbagai studi kasus, video dokumenter, dan simulasi ringan terkait asesmen risiko di lingkungan sekolah. Tidak hanya itu, mahasiswa juga berdiskusi aktif mengenai peran guru geografi dalam mendorong budaya sadar bencana serta penyusunan rencana kontinjensi berbasis kurikulum.

Dalam sesi penutupan, salah satu dosen pengampu mata kuliah, Siti Hadiyati Nur Hafida, SPd., MSc., PhD., menekankan pentingnya integrasi PRB dalam proses pembelajaran lintas mata pelajaran. 

“Mahasiswa sebagai calon pendidik harus menjadi agen perubahan yang mampu membangun kesadaran risiko sejak dini di lingkungan sekolah dan masyarakat. SPAB bukan sekadar program, tetapi gerakan budaya aman bencana yang harus ditanamkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan terlaksananya kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa semakin memiliki perspektif yang komprehensif, kritis, dan aplikatif dalam merancang serta melaksanakan pendidikan pengurangan risiko bencana, baik dalam bentuk kurikulum formal maupun kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. (Fika/Humas)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SALATIGA, Suara Muhammadiyah — Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata PDM Kota Salatiga resmi....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandu....

Suara Muhammadiyah

31 December 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Menyambut arus mudik tahun 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), ....

Suara Muhammadiyah

15 January 2026

Berita

Dosen UAD Berikan Pelatihan Pemasaran Produk bagi Pelaku Disabilitas UMKM di Kabupaten Sorong SORON....

Suara Muhammadiyah

30 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah