SIDOARJO, Suara Muhammadiyah – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo berbagi praktik baik pengelolaan sekolah dengan SD Muhammadiyah 1 Bawean, Sangkapura, Gresik, Jawa Timur, melalui kunjungan Kepala SD Muhammadiyah 1 Bawean, Nur Laili, pada Selasa (13/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Smamda untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan manajemen sekolah unggul. Pembahasan mencakup proses pembelajaran, pengelolaan kantin, sistem informasi sekolah, hingga pemanfaatan fasilitas pendukung pendidikan.
Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menyambut langsung kedatangan Nur Laili di ruang kepala sekolah. Keduanya kemudian berdiskusi mengenai berbagai aspek pengelolaan pendidikan yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan sekolah.
Nur Laili menempuh perjalanan dari Pulau Bawean sejak Kamis sebelumnya. Selama perjalanan, ia singgah di rumah saudaranya sekaligus mengunjungi beberapa sekolah di wilayah Gresik. Selanjutnya, ia mendatangi Smamda pada Selasa pagi untuk mempelajari secara langsung praktik pengelolaan sekolah.
Melalui pertemuan tersebut, Smamda membuka ruang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan. Selain itu, kunjungan ini memperkuat semangat kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Smamda Berbagi Praktik Baik Sistem Informasi Sekolah
Salah satu aspek yang menjadi perhatian Nur Laili ialah pengelolaan sistem informasi sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Smamda memberikan kesempatan kepadanya untuk mengenal sistem informasi yang mendukung pengelolaan kegiatan pendidikan dan operasional sekolah.
Untuk memperdalam pemahaman teknis, Nur Laili mengunjungi ruang Pusat Data dan Sistem Informasi Manajemen (Pusdasim). Di ruangan tersebut, ia melihat secara langsung pusat pengelolaan data dan sistem informasi Smamda.
Melalui kunjungan ini, Smamda berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung pengelolaan sekolah. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi SD Muhammadiyah 1 Bawean dalam mengembangkan sistem informasi sesuai kebutuhan lembaga.
Selain sistem informasi, kedua pihak juga membahas proses pembelajaran dan pengelolaan kantin sekolah. Berbagai aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pendidikan yang terintegrasi.
Kenalkan Fasilitas Olahraga dan Dormitory Smamda
Smamda juga mengenalkan fasilitas pendukung pendidikan kepada Nur Laili. Salah satunya ialah Sportcentre yang menyediakan lapangan futsal dan lapangan bulu tangkis.
Melalui kunjungan tersebut, Nur Laili dapat melihat secara langsung sarana olahraga yang tersedia di lingkungan Smamda. Fasilitas ini melengkapi gambaran mengenai dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang kegiatan pendidikan.
Selanjutnya, pada siang hari, Nur Laili melanjutkan kunjungan ke Dormitory Smamda. Kepala Tata Usaha (TU) Smamda mendampinginya selama mengamati fasilitas asrama tersebut.
Kunjungan ke Dormitory melengkapi rangkaian berbagi praktik baik yang sebelumnya mencakup pembelajaran, pengelolaan kantin, sistem informasi, dan fasilitas olahraga.
Melalui kegiatan ini, Smamda Sidoarjo menunjukkan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman dengan sekolah lain. Dengan demikian, praktik pengelolaan yang telah berjalan dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.
Bagi SD Muhammadiyah 1 Bawean, kunjungan ini memberikan kesempatan untuk mempelajari berbagai pendekatan pengelolaan sekolah secara langsung. Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengembangkan manajemen pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan sekolah.
Kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah seperti ini diharapkan terus berkembang. Dengan semangat berbagi praktik baik, sekolah dapat saling belajar, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik.

