PACITAN, Suara Muhammadiyah - Suasana religius dan penuh semangat menyelimuti SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku Gondang, Pringkuku, Pringkuku, Pacitan, Jawa Timur, Selasa (20/1). Sekolah tersebut menggelar lomba pidato dalam rangka Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari pembinaan karakter dan dakwah pelajar.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu diikuti seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX, baik putra maupun putri. Lomba pidato antar kelas menjadi agenda utama dalam peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini.
Penyelenggaraan lomba pidato bertujuan menanamkan pemahaman keislaman yang lebih mendalam sekaligus melatih keberanian siswa dalam menyampaikan gagasan di hadapan publik. Momentum Isra’ Mi’raj dipilih sebagai tema sentral karena sarat dengan nilai spiritual serta keteladanan Rasulullah SAW.
Sejak pagi, para peserta telah mempersiapkan diri dengan matang. Mereka tampil satu per satu di hadapan dewan juri dan seluruh warga sekolah dengan membawakan naskah pidato yang disusun secara mandiri sesuai tema yang ditentukan.
Antusiasme peserta tampak dari ekspresi dan gaya penyampaian yang penuh keyakinan. Para siswa berupaya menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan bahasa yang runtut, intonasi terjaga, serta penguasaan materi yang baik.
Kepala SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku, Hadi Sovi’in, SPdI menyampaikan, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana kaderisasi mubalig muda yang berkemajuan. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membekali siswa dengan kemampuan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Lomba pidato ini menjadi media belajar bagi siswa untuk menjadi penceramah yang berkemajuan,” ujar Hadi Sovi’in di sela kegiatan. Ia menegaskan, kemampuan berbicara di depan umum merupakan bekal penting bagi generasi muda Muhammadiyah.
Ia menambahkan, penilaian lomba tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis penyampaian, tetapi juga kedalaman pemahaman siswa terhadap hikmah Isra’ Mi’raj. Dengan demikian, peserta didorong untuk memahami makna peristiwa tersebut secara kontekstual.
Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk berkompetisi secara sehat. Dewan juri menilai peserta berdasarkan struktur pidato, penguasaan materi, ketepatan tema, serta adab dan etika dalam berbicara.
Tema pidato yang disampaikan pun beragam, mulai dari makna salat sebagai buah peristiwa Isra’ Mi’raj hingga keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun akhlak umat. Keragaman sudut pandang tersebut memperkaya pesan dakwah yang disampaikan.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif. Para siswa saling menyimak, memberi dukungan, dan belajar dari penampilan teman-temannya dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
Guru, tenaga kependidikan, dan siswa menyatu dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang edukatif dan inspiratif. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat membentuk karakter siswa yang percaya diri, komunikatif, dan berakhlak mulia, sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan pelajar. (Ahyar)

