PACITAN, Suara Muhammadiyah — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pringkuku dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SD dan SMP Tingkat Kabupaten Pacitan 2026. Sekolah berbasis pesantren tersebut berhasil meraih dua medali Juara 3 pada cabang olahraga pencak silat kategori putra dan putri.
Kompetisi yang digelar dalam rangkaian Porseni Kabupaten Pacitan itu berlangsung sejak 18 hingga 21 Mei 2026 di Pendopo Kabupaten Pacitan. Pengumuman hasil pertandingan pencak silat disampaikan panitia pada Rabu (20/5) di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan.
Kepala SMP MBS Pringkuku, Hadi Sovi'in, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para santri dalam ajang tingkat kabupaten tersebut.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, disiplin, dan latihan yang konsisten mampu melahirkan prestasi. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendidikan di SMP MBS Pringkuku tidak hanya menitikberatkan pada ilmu pengetahuan umum dan agama, tetapi juga pengembangan karakter, kedisiplinan, serta keterampilan hidup melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, termasuk pencak silat.
Kepala Desa Pringkuku, Jumari Hartono, menyampaikan keberhasilan ini dinilai mengangkat Desa Gondang dan Kecamatan Pringkuku secara umum di bidang olahraga tingkat kabupaten.
"Prestasi yang diraih oleh anak-anak kita dari SMP MBS Pringkuku ini membuktikan bahwa pembinaan generasi muda di tingkat desa sudah berjalan di jalur yang benar," katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Camat Pringkuku, Widhi Kusumaningtyas. Menurutnya, sistem pendidikan berbasis asrama yang diterapkan SMP MBS Pringkuku terbukti efektif dalam membentuk mental disiplin dan semangat berprestasi para santri.
"Pencapaian luar biasa dari SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas yang signifikan dari sekolah pendatang baru berprestasi,” bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandhu Pratikna, menilai munculnya sekolah berbasis pesantren dalam persaingan olahraga pelajar menjadi sinyal positif bagi pemerataan prestasi pendidikan di Pacitan.
"Munculnya SMP MBS Pringkuku sebagai peraih dua gelar juara di cabang pencak silat membuktikan bahwa sekolah berbasis asrama memiliki potensi besar dalam menyumbang atlet pelajar berbakat bagi Kabupaten Pacitan," jelasnya.
Keberhasilan meraih dua medali ini diharapkan semakin memotivasi para santri SMP Muhammadiyah Boarding School Pringkuku untuk terus mengembangkan potensi diri, sekaligus menjaga keseimbangan antara prestasi, akhlak, dan semangat menuntut ilmu di lingkungan pesantren. (Ahyar)

