Spiritualitas Puncak Peradaban Manusia Pengalaman Ruhani

Publish

6 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
97
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Spiritualitas Puncak Peradaban Manusia Pengalaman Ruhani

Oleh: Muhammad Julijanto

Menarik kajian yang dilakukan oleh Donny Sofyan berjudul “Mendaki Puncak Ruhani: Mengapa Spiritualitas Membutuhkan Jangkar Agama” yang dipublikasikan Suara Muhammadiyah, 5 Januari 2026. (Mendaki Puncak Ruhani: Mengapa Spiritualitas Membutuhkan Jangkar Agama).

Dalam relung hati manusia yang terdalam, manusia sebagai makhluk jasmani dan rohani. Secara jasmaniah banyak kebutuhan manusia yang selalu dipenuhi setiap saat. Seperti makan, minum dan beraktivitas. Demikian juga dalam sisi rohani manusia, sering mencari siapa hakikat dirinya, mau ke mana orientasi kehidupan yang akan dituju. Bila sudah sampai pada pencapaian jasmani dan rohani manusia, akan ke mana hidup sejati dan yang abadi.

Akal pikiran manusia selalu bergulat dan berdialog dalam dirinya mencari eksistensi dirinya, mereka berselancar dengan pikiran dan akalnya. Mencari sumber belajar untuk membuktikan asumsi dan persepsinya yang dibangun dari pengetahuan jasmani maupun pengetahuan rohaniah.

Pengalaman hidup yang diamati dari saat kelahiran hingga manusia mempunyai kemampuan untuk berpikir mandiri, mencari sumber belajar yang ada di sekitarnya. Bahkan hingga bangku pendidikan dari pendidikan usia dini, taman kakak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, diploma satu, diploma dua, diploma tiga, sarjana, sarjana terapan, magister, hingga doktor.

Manusia sebagai makhluk intelektual, selalu mempertanyakan hakikat kehidupan dirinya. Mereka mengembarakan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Mencari dalil-dalil dan penjelasannya dalam pencarian yang mendalam. Mereka berselancar di dunia maya mencari kenikmatan batiniah, mencari landasan dan gambaran tentang dinamika dirinya yang terus bergejolak. Potongan-potongan kalimat mereka temukan dari berbagai media, lalu dia menyimpulkan dari data dan Big data yang ditemukan, lalu melakukan analisis secara mendalam dan membuat hipotesis terhadap jawaban sementara yang mengguncang dirinya dan kemampuan intelektualitasnya.

Jawaban-jawaban sementara terus mereka dapatkan, namun dahaga intelektualitas masih menyelesaikan saldo pertanyaan. Kesimpulan sementara yang belum final terus memberikan peluang kajian yang never ending story, akan menjadi cerita yang berkelanjutan.

Berbagai teori spiritualitas dicari untuk memberikan legitimasi terhadap pertanyaan tentang eksistensialitas, jawaban ilmiah melalui hasil kajian dan riset terutama lapangan pemikiran, filsafat dan tasawuf bisa memberikan jawaban yang dapat menguak misteri rasa ingin tahu manusia yang terus mencari ruang-ruang waktu yang mampu memenuhi dahaga intelektualitas.

Para filosof, pemikiran, pemerhati, penikmat dunia spiritualitas menemukan ruang dialog dan ruang rindu dahaga intelektualitas. Pada level tertentu pengembaraan intelektualitas terus berjuang menemukan jawaban sementara.

Bagaimana kisah perjalanan spiritualitas Nabi Ibrahim AS, dalam pergulatan pemikiran pencarian hakikat spiritualitas hakikah ketuhanan. Islam memberikan wadah berlabuhnya spiritualitas manusia dalam agama formal yang akan membimbing capai puncak mi’raj menuju sang pencipta. Setiap ibadah salat yang kita tunaikan merupakan perjalanan spiritualitas yang sangat mendalam dana mampu menjawab kegelisahan intelektualitas yang tak bertepi.

Apalagi kenikmatan spiritualitas yang bisa diperoleh oleh manusia melalui Shalat Malam. Dengan menghidupkan kehidupan malam yang sunyi kita bersimbah sujud bertafakur merenungkan berbagai fenomena sosial yang anomali menjadi refleksi diri yang mampu membangun etos spiritualitas terbangun dengan segar dan fresh from oven. 

Manusia butuh navigasi bentangan intelektualitas terhadap dahaga spiritualitas dan intelektualitas. Merumuskan pemahaman logis, relevan, akurat, berdasarkan dalil-dalil dogmatis bersumber nash qot’i dan dhanny. Temuan-temuan ilmiah yang telah dicapai para nabi syuhada dan roshihin fil ‘ilmi. 

Dengan agama Islam spiritualitas kita akan terbang tinggi ke langit, tetapi juga membumi dengan prinsip yang jelas dan teruji. Dengan sholeh pribadi dan sholeh sosial.

Dr. Muhammad Julijanto, S. Ag., M. Ag. Ketua Program Doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Wonogiri.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Abdul Rohman, Mahasiswa Institut Agama Islam Al Ghuraba Jakarta Menteri koordinator bidang Po....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Wawasan

Memaknai Basmalah sebagai Fondasi Ilmu-Adab Oleh: Piet Hizbullah Khaidir, Ketua STIQSI Lamongan; Se....

Suara Muhammadiyah

15 October 2025

Wawasan

Bukan 'Othak-Athik-Gathuk' Oleh: Wahyudi Nasution Orang yang tidak mengenal bahasa dan budaya Jawa....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Wawasan

Hiruk Pikuk Kenaikan UKT Semakin Memperkuat Eksistensi PTM   Oleh Amidi, Dosen FEB Universitas....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah Allah menciptakan laki-laki dan perempuan berpasang-pasangan. Melalui akad perni....

Suara Muhammadiyah

1 December 2023