Stadium General SIM, Ruang Mencetak Kader Muhammadiyah yang Ideologis dan Adaptif

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

160
Pembukaan Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah

Pembukaan Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kader Muhammadiyah itu harus kuat secara ideologi dan adaptif bertransformasi sesuai dengan kebutuhan zaman.

Demikian Ahmad Zaki Annafiri mengemukakan dengan menititekankan tema “Penguatan Kader Ideologis-Transformatif, Menuju Pencerahan Muhammadiyah Abad Kedua.”

Tema itu diusung dalam Stadium Generale Sekolah Ideologi Muhammadiyah (SIM), Rabu (15/7) di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan yang dibuka Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Irwan Akib.

Zaki mengatakan, Stadium Generale sebagai matarantai dari program SIM angkatan 2. “Selamat datang kepada 30 mahasiswa SIM,” katanya.

Khusus angkatan ini, Zaki menambahkan, selain kegiatan perkuliahan, di saat yang sama, juga ada bimbingan akademik. “Dari awal, para mahasiswa akan langsung kami bagi pembimbing akademik,” tutrurnya.

Lebih-lebih, mata kuliah SIM, yang disebut Zaki sangat dinamis. “Menyesuaikan apa yang kita butuhkan,” imbuh Wakil Direktur Bidang Akademik SIM itu.

Rektor UAD Muchlas menyampaikan, SIM memiliki peran sangat penting. Kenapa begitu? Katanya, banyak diaspora Muhammadiyah, tetapi tidak dilakukan pengkaderan untuk memperkuat jangkar wawasan kebangsaan dan ideologi Muhammadiyah.

“Tentu ini akan berbeda apabila kita di Muhammadiyah ini sekolah kader diaspora Muhammadiyah. Sehingga peran diaspora Muhammadiyah di birokrasi maupun di luar Persyarikatan selalu in line (sejalan) dengan cita-cita dan visi-misi Muhammadiyah,” tekannya.

Kelindan dengan itu, Iwan Setiawan mengharapkan, SIM yang diinisiasi MPKSDI PWM DIY ini bisa mencetak kader Persyarikatan yang bernas dan berkualitas.

“Saya rasa ide Insyaallah nanti bisa kita wujudkan,” ujarnya. Dengan harapan, tidak hanya menyasar berkaitan sekolah, tapi menyasar ke kampus-kampus Muhammadiyah. “Semoga bisa menjadi tonggak baru berkaitan perkaderan di Muhammadiyah,” sebutnya.

Sisi lain, Irwan sangat senang dengan kehadiran SIM ini. Mengapa? Menurutnya, SIM ini sebagai ruang penyegaran pemahaman hal ihwal Muhammadiyah secara utuh dan komprehensif.

“Sehingga pada akhirnya teman-teman ketika keluar dari SIM tidak diragukan lagi kekaderannya,” jelasnya.

Kekaderan itu, menurutnya, harus terus diperkuat. Melalui proses tersebut, mahasiswa SIM dapat memperdalam wawasan Kemuhammadiyahan dan memperkokoh pemahaman ideologi Muhammadiyah.

“Insyaallah akan mendalami lagi nanti bagaimana ideologi Muhammadiyah itu,” sebutnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Salurkan Beasiswa Mentari dan Bantuan Peduli Guru YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zak....

Suara Muhammadiyah

10 July 2025

Berita

SIDAYU, Suara Muhammadiyah - Matahari Ahad pagi, 10 Agustus 2025, baru saja merangkak naik ketika Ja....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pengurus Asosiasi Pengelola Asrama (Aslama) Penguruan Tinggi Muha....

Suara Muhammadiyah

31 August 2025

Berita

Wakil Bupati Sidrap Pimpin Persiapan Kemah Tahfidz dan Bahasa VIII,  Komitmen Pemda untuk Santr....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - 126 siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengik....

Suara Muhammadiyah

9 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah