Tadarus Literasi Jadi Wadah Pelatihan Penyusunan Buku Ajar Interaktif bagi Guru SMP dan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari
LAMPUNG TIMUR, Suara Muhammadiyah - Penyusunan buku ajar merupakan salah satu upaya penting yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui buku ajar yang disusun secara mandiri, guru dapat menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik, konteks pembelajaran, serta perkembangan kurikulum. Selain itu, buku ajar yang inovatif dan interaktif juga mampu mendorong terwujudnya pembelajaran yang lebih mendalam, kreatif, dan bermakna.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam bidang literasi dan pengembangan bahan ajar, SMP Muhammadiyah Al-Ghifari menyelenggarakan kegiatan Tadarus Literasi: Diklat Penyusunan Buku Ajar Interaktif Berbasis Pembelajaran Mendalam. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat dan Sabtu, 6–7 Maret 2026, bertempat di SMP Muhammadiyah Al-Ghifari, dan diikuti oleh seluruh guru pada jenjang SMP dan SMA Muhammadiyah Al-Ghifari.
Kegiatan ini dibuka oleh KH. M. Dimyati, S.Pd., selaku Mudir PontrenMu Abu Dzar Al-Ghifari. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan harapannya agar para guru mampu mengembangkan karya tulis berupa buku ajar secara mandiri. Ia menegaskan bahwa setiap guru pada dasarnya memiliki potensi dan kreativitas untuk menulis serta mengembangkan media pembelajaran sendiri.
“Diharapkan ke depan dewan guru dapat menulis buku sendiri. Pada dasarnya setiap guru memiliki kreativitas sehingga diharapkan mampu membuat media ajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan diklat ini juga bekerja sama dengan Penerbit Laduny Alifatama, yang turut menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman di bidang penulisan dan penerbitan buku ajar.
Pada hari pertama, Jumat (6/3/2026), seminar diisi oleh Dr. Joni Wuryantono, M.Pd., selaku Direktur Penerbit Laduny Alifatama, serta Siti Mutmainah, S.Pd., M.M., selaku Owner penerbit tersebut. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya kemampuan menulis bagi guru, sekaligus memberikan wawasan mengenai proses penyusunan buku ajar yang sistematis, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Sementara itu, pada hari kedua, Sabtu (7/3/2026), kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan yang disampaikan oleh Triamiyati, S.Pd., seorang editor sekaligus penulis buku. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pendampingan mengenai teknik penyusunan naskah buku ajar, mulai dari perencanaan materi, penyusunan struktur buku, hingga proses penyuntingan naskah agar layak diterbitkan.
Melalui kegiatan Tadarus Literasi ini, diharapkan para guru tidak hanya mampu memahami konsep penyusunan buku ajar interaktif, tetapi juga terdorong untuk menghasilkan karya berupa buku ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, guru dapat berkontribusi dalam pengembangan literasi sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna bagi peserta didik. (Naqiyya)

