Tak Cukup dengan Sematan "Ahmad Dahlan", UAD Harus Lahirkan Dahlan Muda Masa Depan

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

99
Prof Dr Irwan Akib, MPd

Prof Dr Irwan Akib, MPd

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Perguruan tinggi saat ini berlomba-lomba meraih predikat unggul. Namun, Irwan Akib menegaskan, keunggulan dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, merupakan proses yang tidak pernah berakhir.

“Kita tidak boleh mengatakan kita sudah berada di puncak. Karena kalau sudah dipuncak, pada saatnya nanti akan turun,” tegas Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Karenanya, Irwan mendorong kepada seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah, lebih-lebih Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, agar tidak berpuas diri dengan capaian yang telah diraih, tetapi terus berbenah dan meningkatkan kualitas untuk mencapai keunggulan.

“Universitas Ahmad Dahlan akan terus berbenah meraih keunggulan-keunggulan itu, sehingga grafiknya terus naik,” ujar Irwan, Senin (12/10) saat Kick Off Penerimaan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan 2027 di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Di samping itu, prestasi juga diminta Irwan untuk terus ditingkatkan. Ia berpesan agar jangan terjebak dalam kemilau kepuasan hatta capaian prestasi yang telah ditorehkan hari ini.

“Tentu itu bukan menjadi sesuatu yang harus selesai sampai di situ. Kita harus terus berbenah, sehingga prestasi-prestasi yang dicapai oleh Universitas Ahmad Dahlan ke depannya terus ditingkatkan,” katanya, seraya mengapresiasi capaian prestasi para dosen dan mahasiswa terus mengalami peningkatan secara periodik.

Bersamaan dengan itu, Irwan mengingatkan kampus ini punya tanggung jawab besar dalam mendidik generasi penerus bangsa. Dengan sematan nama “Ahmad Dahlan”, seyogyanya para mahasiswanya juga punya karakter seperti pendiri Muhammadiyah tersebut.

“Kiai Dahlan itu orangnya rasional. Ketika orang belum tahu ilmu astronomi, beliau sudah menggunakan ilmu falak, ilmu astronomi untuk meluruskan arah kiblat,” jelasnya.

Selain itu, karakter berikutnya adalah teguh pendirian. Ketika telah bertekad dan diyakini sebagai kebenaran Dahlan akan berjuang untuk mewujudkannya.

Ketiga, peka terhadap persoalan yang ada. Keempat, visioner. “Saya tidak bisa membayangkan UAD ada hari ini tanpa pikiran visioner dari seorang Kiai Dahlan, sehingga Muhammadiyah bisa sampai berusia 114 tahun,” bebernya.

Sampai saat ini, Muhammadiyah berhasil menjalankan dakwah di bidang pendidikan. “Dengan 164 perguruan tinggi, salah satunya Universitas Ahmad Dahlan,” sambungnya.

Irwan berharap, sematan “Ahmad Dahlan” di perguruan tinggi itu, bisa melahirkan Dahlan-Dahlan muda ke depannya. “Yang punya karakter, yang punya kemiripan dengan Kiai Dahlan,” lanjut Ketua Badan Pembina Harian Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta tersebut. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyatakan kesiapannya untuk melaku....

Suara Muhammadiyah

15 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – MA Muhammadiyah Kudus, Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Sua....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Merden sukses menggelar ....

Suara Muhammadiyah

17 December 2025

Berita

LAMTENG, Suara Muhammadiyah - Dalam suasana malam yang khusyuk, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sumber....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Masjid dan pengajian menjadi perhatian utama bila sebuah Pimpinan Ranti....

Suara Muhammadiyah

9 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah