Tak Cukup Silaturahmi Lewat Grup WA, tapi Mesti Bertatap Muka

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
47
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Silaturahmi menjadi fundamental dalam membangun keharmonian kehidupan. Bahkan, dengan tegas Islam menyerukan umatnya untuk merekatkan silaturahmi.

Tidak main-main dampaknya. Kata Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, laku merekatkan silaturahmi meniscayakan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.

"Sekalipun, saat Idul Fitri kemarin di grup wa, kita sudah menyampaikan permohonan maaf. Tapi, kita meyakini tidak cukup lewat grup wa, ingin tetap tatap muka," ujar Agus.

Dalam tautan ini, seorang psikolog dari Kanada Susan Pinker, meneliti di pulau Sardinia, Italia, di mana penduduk setempat berusia panjang, yakni 100 tahun usianya.

Penelitian tersebut menunjukkan selain dari faktor genetik, rahasia umur panjang ada di bagian sering berdua tatap muka.

"Seringnya ketemu warga Sardinia face to face dengan sesama warga menjadi faktor dominan kenapa angka harapan hidup tinggi," jelasnya.

Seorang Neurolog dari Merlin University mengkomparasikan perbedaan bertatap muka secara langsung (fae to face) dengan melalui media sosial ternyata berbeda jauh. 

"Ketika ketemu face to face dengan segala perekamannya itu ternyata memberikan dampak yang hebat pada fungsi neurosains kepada suasana yang lebih baik," tegasnya.

Spektrum lebih jauh lagi, Robert Waldinger, psikiater dan psikoanalis dari Harvard University, Amerika Serikat menyebut, di antara faktor dominan yang menjadikan panjang umur, yaitu relasi sosial yang baik, di samping kebiasaan positive thinking.

"Kalau dua penelitian ini menyebutkan relasi sosial yang baik (silaturahmi), terbukti betul bahwa bagi kita Nabi yang sudah memberi isyarat 14 abad yang lalu, pasti benarnya. Bahwa sekarang ilmuwan menyampaikan datanya, harusnya menguatkan kita untuk silaturahmi," bebernya.

Di sinilah titik pembeda (distingtif) antara silaturahmi tatap buka dengan melalui grup wa, berikut perangkat lainnya.

Demikian Agus mengemukakan saat Halal Bi Halal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji Keluarga Besar Universitas Islam Indonesia 1447 H, Selasa (31/3) di Auditorium KH Ahmad Kahar Muzakir.

"Dan ini, kalau kita menyebut relasi sosial dengan sering tatap muka, ya itu maknanya kalau hadis Nabi tadi menyangkut silaturahmi," jelasnya.

Maka, perlu diperkuat lagi. Di sinilah relevansi Idul Fitri, menjadi ruang memperkuat jangkar silaturahmi, hubungan kekeluargaan untuk menciptakan kehidupan kian harmoni. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - UMY Career Fair (UCF) 2025 yang akan digelar selama dua hari d....

Suara Muhammadiyah

16 June 2025

Berita

MURUNG RAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu)....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

24 December 2025

Berita

Dedikasi Zubaidah Sang Musyrifah Sekolah Muhammadiyah Rambah Oleh : Akhiruddin Nasution  &ldq....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

TAIWAN, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UM....

Suara Muhammadiyah

15 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah