Transformasi Gerakan Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

23 October 2026

137
Dok Istimewa

Dok Istimewa

Transformasi Gerakan Muhammadiyah

Oleh: Prof DR H Haedar Nashir, M.Si.

Mandat Muktamar ialah transformasi Muhammadiyah menjadi gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern. Bagaimana melakukan perubahan secara dinamis agar Muhammadiyah menjadi organisasi pergerakan yang berada di garis depan dalam segala bidang kehidupan. Selain itu, bagaimana agar sistem organisasi dan orang-orangnya betul-betul berkeahlian dalam makna dikelola dan menunjukkan gerakan yang berkeahlian. Selanjutnya, Muhammadiyah menjadi organisasi yang efisien, rasional, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mampu menjawab tantangan zaman. Intinya agar Muhammadiyah menjadi organisasi dan gerakan yang unggul di segala bidang kehidupan dibandingkan dengan organisasi dan pergerakan lain.

Menggerakkan Muhammadiyah agar maju, profesional, dan modern menuju keunggulan sungguh tidak mudah. Tidak semudah melakukan kritik ke sana ke mari, karena yang dituntut bukan hanya berkata dan berpikir tetapi berbuat nyata yang mambawa perubahan ke arah yang lebih unggul berkemajuan. Bagaimana memajukan amal usaha pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan seluruh gerak dakwah Muhammadiyah ke arah yang lebih maju. 

Karena itulah diperlukan gerak transformasi yakni perubahan yang dinamis dan progresif untuk membawa Muhammadiyah makin unggul berkemajuan. Gerak transformasi tersebut setidaknya berkaitan dengan tiga proses yaitu memobilisasi potensi, mengagendakan perubahan, dan memproyeksikan masa depan Muhammadiyah. Di sinilah tugas berat para pimpinan Muhammadiyah dari Pusat sampai Ranting, termasuk di Ortom dan Amal Usaha.

Mobilisasi Potensi

Muhammadiyah sejatinya memiliki potensi yang besar untuk digerakkan ke arah yang lebih berkemajuan. Potensi ialah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; dan daya yang dimiliki. Potensi itu ada dua jenis, pertama potensi laten, yakni kemampuan atau kekuatan yang tersimpan dan belum dikembangkan. Kedua, potensi manifes atau aktual, yakni kekuatan atau daya yang sudah dikembangkan. Agenda Muhammadiyah dalam proses transformasi ialah mengubah potensi laten menjadi potensi manifes atau aktual.

Muhammadiyah memiliki sumberdaya manusia (SDM) yang potensial untuk dikembangkan sebagai pelaku dan pendukung gerakan. Banyak SDM di amal usaha Muhammadiyah, termasuk di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA), yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan bagi gerakan Muhammadiyah di berbagai bidang. Organisasi lain tidak memiliki apa yang dimiliki Muhammadiyah. Jika negara atau pemerintah dan swasta lain memerlukan, sebenarnya Muhammadiyah memiliki potensi SDM yang bagus. 

Prabowo Subianto sebelum Pemilihan Presiden pada bulan Juli 2023 berkunjung ke Unuversitas Ahmad Dahlan dan terkejut menyaksikan karya rudal dari ahli di Universitas ini. Setelah kunjungan beliau menyatakan, “Tadi juga kita minta bantuan dukungan kalau ada cendikiawan-cendikiawan, para ahli-ahli teknologi, dari kalangan universitas-universitas, perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah, bisa menjadi konsultan, bisa menjadi tenaga ahli, mungkin tidak temporer, tidak struktural,". Pada waktu Tanwir di Kupang 4 Desember 2024, Presiden Prabowo dengan tegas memberi kesaksian, “Tadi saya baca, banyak tokoh-tokoh karena ternyata banyak sekali di antara mereka juga yang ada hubungan dekat dengan Muhammadiyah. Apakah mereka pernah pengurus Muhammadiyah atau lulusan Universitas Muhammadiyah atau SMA Muhammadiyah,” kata Presiden Prabowo. Tidak lupa beliau menyebut Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto itu Muhammadiyah.

Potensi besar ini kini penting dimobilisasi secara tersistem agar menjadi kekuatan manifes sebagai pelaku dan pendukung gerakan. Termasuk untuk pendiasporaan kader Munammadiyah di pemerintahan dan arena perjuangan lainnya baik di tingkat nasional hingga global. Perlu pemetaan SDM Muhammadiyah sekaligus melakukan usaha peningkatan kualitas SDM agar lebih unggul dan mampu bersaing di berbagai arena kehidupan untuk menjadi pengemban misi Muhammadiyah. Jangan dibiarkan SDM tersebut tumbuh-kembang sendiri tanpa campur tangan organisasi.

Agenda Perubahan

Muhammadiyah sudah banyak kemajuan yang diraih dan terus melakukan perubahan ke arah kemajuan yang lebih baik. Tetapi jangan berada di zona nyaman. Penting terus melakukan berbagai usaha yang membawa Muhammadiyah makin berkemajuan. Jika merasa sudah maju kemudian lalai maka akan ketinggalan oleh organisasi dan swasta lain yang lebih maju. 

Karenanya Muhammadiyah perlu mengagendakan perubahan dalam gerakannya, baik dalam orientasi gerakan keagamaan maupun dalam pengembangan amal usaha terutama yang menyangkut strategi dan kualitas. Pada aspek strategi gerakan, Muhammadiyah sebagaimana terkandung dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua tahun 2010, perlu mengubah pendekatan dakwah atau gerakan yang bersifat “lil-mu’aradlah” (kontradiktif, melawan sesuatu) ke “lil-muwajjahah” (konstruktif, menghadapi) sehingga bergerak lebih moderat dan inklusif. 

Pendekatan serba oposisional dan hantam sana sini berbuah kontraproduktif dan akhirnya organisasi menjadi terisolasi gerakannya. Pendekatan ini tentu tidak menghilangkan sikap kritis Muhammadiyah sebagaimana fungsi “amar makruf nahi munkar”, tetapi caranya sejalan dengan Kepribadian “Bersifat adil serta korektif ke dalam dan ke luar dengan bijaksana”. Pendekatan kritis (nahyu munkar) perlu diseimbangkan dengan “amar makruf” agar tidak kebablasan menjadi ekstrem ala gerakan oposisi seperti diperankan oleh sebagian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Muhammadiyah bukan organisasi oposisi, baik oposisi sosial apalagi oposisi politik, karena jatidiri Muhammadiyah ialah “Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan”.

Strategi kedua mengembangkan kualitas gerakan. Sejumlah amal usaha dan gerakan kemasyarakatan Muhammadiyah sudah berada di papan atas, namun itu pun mesti terus harus bersaing dengan lembaga-lembaga lain yang maju. Pada saat yang sama masih banyak amal usaha dan langkah dakwah Muhammadiyah berada di papan tengah sampai bawah yang niscaya ditingkatkan kualitasnya, sebab jika tidak dikembangkan maka akan berguguran satu persatu. Karenanya Muhammadiyah mesti memiliki rancang-bangun pengembangan kualitas amal usaha dan gerakan dakwah yang unggul berkemajuan.

Demikian halnya dengan peran keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan semesta bagi Muhammadiyah tidaklah cukup dengan apa yang telah dilakukan selama ini. Muhammadiyah mesti mengagendakan perubahan bagaimana meningkatkan atau mengembangkan peran keluar tersebut secara lebih dinamis dan progresif. Penting ada prioritas dalam mengembangkan peran keluar tersebut secara tersistem, sehingga Muhammadiyah makin dirasakan kehadirannya dalam ranah umat Islam, bangsa Indonesia, dan kancah global sebagai Gerakan Islam Berkemajuan.

Proyeksi Masa Depan

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam pembaru, modernis, dan reformis niscaya dijaga keberlangsungannya di masa depan. Kehadiran dan peran Muhammadiyah pun mesti makin meningkat secara signifikan di masa depan. Karenanya Gerakan Islam ini penting melakukan kajian masa depan secara keilmuan agar mengetahui dan memahami peta masa depan yang mesti dihadapi dengan pemahaman yang luas dan mendalam. Di sinilah pentingnya studi masa depan (future studies) bagi Muhammadiyah.

Masa depan penting untuk direncanakan agar Muhammadiyah tidak gagap menghadapinya. Islam mengajarkan “tanadhar” yakni memikirkan masa depan dengan melakukan langkah masa kini, sebagaimana ayat Al-Quran yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18). Kendati ayat tersebut mengingatkan tentang masa depan terjauh yakni kehidupan di Akhirat, tetapi dapat diproyeksikan sebagai kesadaran akan masa depan di dunia menuju akhirat. Sebab, menuju akhirat hanya dapat dilalui lewat dunia. Dunia adalah “majra’at al-akhirat” yakni sebagai ladang perjuangan menuju akhihat.

Masa depan Muhammadiyah tentu terkait pula dengan konteks kehidupan secara keseluruhan dalam dinamika kehidupan umat manusia semesta. Kyai Dahlan ketika mendirikan Muhammadiyah berpikirnya melampaui zamannya, sehingga apa yang dirintisnya dapat dikembangkan saat ini. Kini Muhammadiyah berada di era revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikenal masa Revolusi 4.0.. Ke depan Revolusi 5.0., 6.0., dan seterusnya; yang menggambarkan kehidupan yang semakin kompleks dan canggih yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Elon Musk memiliki ambisi untuk menjajaki agar manusia bisa hidup di planet Mars. Orang terkaya sekaligus CEO SpaceX itu mengungkapkan pandangannya soal kehidupan di Planet Mars saat manusia berhasil mencapainya. Menurutnya, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (20/4/2022) kehidupan di Planet Merah akan berbahaya, sulit, dan penuh dengan kerja keras. "Sangat penting untuk menekankan bahwa Mars, terutama pada awalnya, tak akan mewah. Ini akan berbahaya, sulit, dan butuh kerja keras. Bahkan tak bisa kembali dengan selamat ke Bumi," kata Musk dalam wawancara dengan Chris Anderson, head of TED conferences. Hidup di planet dengan suhu rata-rata -62,22 derajat Celcius akan jauh lebih sulit daripada tinggal di Antartika yang memiliki suhu rata-rata -56,67 derajat Celsius. Mars memiliki permukaan berbatu, penuh dengan gunung berapi dan ngarai.

Karenanya penting Muhammadiyah memproyeksikan masa depan dengan berbagai kajian futurologi dan “future studies”. Bagi Muhammadiyah studi masa depan dapat mengambil fokus pada kajian-kajian strategis tentang waktu dan keadaan yang mungkin atau cenderung terjadi pada masa depan yang dekat, menengah, dan jauh hingga ratusan tahun ke depan. Di sinilah pentingnya peran Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) bersama Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang serta Majelis Tarjih dan Tajdid melakukan kajian-kajian masa depan baik dalam studi pemikiran masa depan, mengembangkan “program studi” maupun mendirikan “Pusat Studi Masa Depan”. Muhammadiyah tidaklah cukup hanya mengkaji masalah-masalah aktual kekinian (current issues) semata, tanpa melakukan kajian-kajian masa depan yang strategis dan krusial menyangkut kehidupan umat manusia, makhluk hidup, dan alam semesta yang dianugerahkan Tuhan begitu kompleks, rumit, dan tidak sedikit mengandung banyak rahasia atau berdimensi “muhkamat” (jelas) dan “mutasyabihat” (samar-samar). Muhammadiyah mesti lebih siap dalam memasuki era baru masa depan limapuluh sampai seratus tahun ke depan yang semakin canggih dan kompleks untuk menghadirkan dakwah dan tajdid yang lebih unggul berkemajuan!

Sumber: Majalah SM Edisi 2 Tahun 2025


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

HIJRAH Perputaran waktu begitu cepat berlalu. Hari demi hari telah dilewati dengan sederet dinamika....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Editorial

Derap Muhammadiyah Berkemajuan Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Setiap kunjungan dan diundang k....

Suara Muhammadiyah

26 October 2023

Editorial

DILEMA ROHINGYA ANTARA KEMANUSIAAN DAN KEAMANAN Kapal demi kapal yang membawa warga Rohingya telah ....

Suara Muhammadiyah

23 February 2024

Editorial

BIJAK MEMILIH MAKANAN “Saat timnas sepakbola kita  bertanding dengan Jepang, terlihat be....

Suara Muhammadiyah

2 May 2025

Editorial

MUHAMMADIYAH MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN BANGSA Lewat Surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 4/....

Suara Muhammadiyah

6 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah