Transformasi Peran Guru di Era AI, UMS Hadirkan Guru Besar TU Dresden Jerman

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

739
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar guest lecture internasional bertema “AI in Education” dengan menghadirkan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universität Dresden, Germany, sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi PTI UMS, Sukirman, Ph.D., yang menekankan pentingnya kecerdasan artifisial dalam membentuk ekosistem pendidikan masa depan. 

“Pemahaman AI tidak hanya penting dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi pedagogik dan pengembangan kompetensi manusia,” ungkap Sukirman saat diwawancarai pada Rabu, (17/12).

Pada sesi utama, Thomas Köhler memaparkan bagaimana AI dan teknologi pembelajaran telah memengaruhi pendidikan tinggi di Jerman selama satu dekade terakhir. Ia menjelaskan bahwa meskipun struktur institusi pendidikan belum berubah secara drastis, AI telah mengubah cara mahasiswa mengakses informasi, cara belajar, serta peran dosen dalam proses pembelajaran. 

“Teknologi seperti large language models (LLM) dinilai mampu mengubah cara manusia bekerja sama dengan pengetahuan dan mencari informasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia membahas transformasi digital di lingkungan akademik, termasuk pergeseran dari pembelajaran berbasis ruang fisik menuju ekosistem pembelajaran digital dan hybrid. Universitas, termasuk TU Dresden, kini menawarkan berbagai program pembelajaran daring dan luring sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat global. Menurutnya, kondisi ini menuntut lahirnya keterampilan profesional baru serta budaya belajar yang berkelanjutan.

Dalam konteks integrasi AI di pendidikan, Köhler menjelaskan bahwa interaksi pembelajaran saat ini tidak lagi hanya melibatkan dosen dan mahasiswa, tetapi juga sistem AI sebagai mitra. Ia mencontohkan pengembangan AI mentors dan chatbot akademik yang digunakan untuk mendukung pembelajaran dan layanan administrasi. 

Namun demikian, ia menegaskan bahwa peran dosen tetap krusial sebagai pembimbing, pendamping, dan pemberi pengalaman belajar yang personal. 

“Ini juga menjadi penting dalam penguasaan literasi data dan keterampilan AI bagi pendidik dan mahasiswa. Menurutnya, AI bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk memperluas kapasitas belajar dan mengajar. Di sisi lain, mahasiswa juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab dan memahami keterbatasannya,” paparnya. 

Pada sesi diskusi, Köhler turut menjawab pertanyaan terkait peluang studi lanjut di Jerman, termasuk ketersediaan program internasional dan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa perbedaan budaya akademik tidak terlalu signifikan, dan mahasiswa internasional memiliki peluang besar untuk berkembang selama memenuhi persyaratan akademik dan bahasa. (Fika/Riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bertepatan hari Kesaktian Pancasila, Ahad, 1 Oktober 2023, Mu....

Suara Muhammadiyah

2 October 2023

Berita

BATU, Suara Muhammadiyah - Rakerpim IPM Jatim berlangsung di Kota Batu, Sabtu-Ahad (20-21/4/2024). M....

Suara Muhammadiyah

22 April 2024

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah - Kiai Haji Ahmad Dahlan selain telah memelopori jejak, langkah, legasi d....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah -Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Parungpanjang resmi dilantik p....

Suara Muhammadiyah

29 September 2025

Berita

Penuh Berkah di Bulan Ramadhan, Menko Pangan Zulkifli Hasan Santuni 100 Santri Muhammadiyah di LKSA ....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah