YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kraton menyelenggarakan Workshop Pengelolaan TK dan PAUD 'Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kemantren Kraton pada Selasa (25/8/2026). Bertempat di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 2 Unit B, Jl. Pramuka, Pandean, Yogyakarta, agenda strategis ini mengusung tema "Manajemen Profesional & Pembelajaran Kreatif untuk TK ABA Unggul Berkemajuan".
Kegiatan ini diikuti secara intensif oleh seluruh Kepala Sekolah, dewan guru, serta jajaran pimpinan Majelis PAUDDASMEN Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) se-Kemantren Kraton sebagai langkah nyata meningkatkan daya saing lembaga.
Pentingnya Inovasi, Rebranding, dan Penguatan SDM
Acara dibuka secara resmi dengan pengarahan dari Ketua Majelis PAUDDASMEN PCA Kraton, Ir. Siswanti Dwi T. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa dinamika dunia pendidikan saat ini menuntut seluruh pengelola TK ABA untuk berani bertransformasi dan keluar dari zona nyaman.
"TK ABA tidak boleh berjalan stagnan. Kita harus terus melahirkan inovasi dan kreativitas—baik dari pembenahan penampilan fisik sekolah, tata kelola fisik yang menarik, hingga peningkatan kapasitas SDM guru. TK ABA wajib memiliki branding yang kuat dan keunggulan kompetitif di masyarakat. Target utama lulusan kita adalah mencetak generasi unggul yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan kedalaman akhlakul karimah," tegas Ir. Siswanti Dwi T.
PCA Kraton yang diwakili Niken Pamularsih,S.TP selaku Wakil Ketua dalam sambutannya menyampaikan bahwa Workshop ini bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengetahuan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga TK agar semakin tertib, profesional, efektif, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita. mengelola lembaga TK bukanlah pekerjaan yang sederhana. Di dalamnya terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan, mulai dari pengelolaan administrasi, sumber daya manusia, program pembelajaran, sarana dan prasarana, hubungan dengan orang tua, hingga bagaimana membangun budaya lembaga yang positif dan menyenangkan bagi anak.
Oleh karena itu, melalui workshop ini kami berharap kita tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga mendapatkan wawasan baru, solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi, serta inspirasi yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing
- workshop ini diadakan melihat kenyataan di lapangan, TK kita dlm bbrp tahun ini mengalami penurunan jumlah penerimaan siswa baru. Ada yg berpendapat krn jumlah usia dini berkurang, ada kecenderungan keluarga kecil tdk mau punya anak banyak dan lain sebagainya. Hal ini tentu menjadi keprihatinan dan mjd bahan evaluasi. Krn di luar sana makin banyak lembaga pendidikan usia dini dengan label2 yg "wah" dan menjadi pilihan orang tua.
Pimpinan Ranting dengan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini semestinya menjadi pihak yg bisa diajak berpikir dan bergerak bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan, baik terkait jumlah siswa, bangunan fisik, kualitas pendidik, manajemen sekolah. Kami melihat selama ini, ada sumbatan komunikasi antara Sekolah, MPD PRA dan PRA. Padahal komunikasi mjd salah satu kunci keberhasilan suatu lembaga pendidikan.
Tiga Pilar Materi Utama
Untuk memperkuat kapasitas manajerial dan akademik peserta, workshop menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya:
Visi, Misi, dan Tujuan TK ABA dengan Growth Mindset (Nuwuningsih, S.Pd., M.Pd.) membedah pentingnya pola pikir berkembang bagi pendidik dalam merumuskan target sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Manajemen Pengelolaan & Marketing TK ABA (Heriyanti, S.Pd., M.M.) memberikan panduan praktis terkait tata kelola administrasi yang transparan, akuntabel, serta strategi pemasaran digital untuk meningkatkan minat calon wali murid.
Budaya Mutu & Personal Branding TK ABA (Dr. Failasufah, M.Pd.) – Menekankan pentingnya standar kualitas pelayanan pendidikan serta pembentukan citra diri pendidik yang profesional sebagai representasi unggul sekolah 'Aisyiyah.
Sesi dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) secara terintegrasi dipimpin Zeni Hernawati,S,Pd., M.Pd. Peserta dikelompokkan berdasarkan unit sekolah dan didampingi Pimpinan Majelis PAUDDASMEN Ranting (PRA) di wilayah masing-masing untuk mendiagnosis kondisi objektif lembaga menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Sebagai penutup, setiap kelompok merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) konkret untuk satu semester ke depan. RTL ini berfungsi sebagai peta jalan (roadmap) operasional sekolah dalam mewujudkan TK ABA yang profesional, kreatif, unggul, dan berkemajuan di wilayah Kemantren Kraton. (Zeni)

