UKP, Majelis Tabligh, dan Akhyar Institute Teken MoU Ekonomi Masjid

Suara Muhammadiyah

28 November 2025

742
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebuah momentum penting tersaji dalam rangkaian International Seminar: Developing Indonesia’s Golden Generation 2045 yang digelar pada Kamis (27/11), di Balai Sudirman, Jakarta.

Pada sesi utama acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait Program Ekonomi Kerakyatan Berbasis Masjid yang melibatkan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Ekonomi dan Perbankan, Quantum Akyar Institute, serta Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Prosesi penandatanganan dimulai ketika KH Dr Adi Hidayat, Lc, PhD pembicara dalam sesi pembukaan, mempersilakan H. Setiawan Ikhlas dan Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal, Lc, MSi untuk naik ke panggung. Ketiganya kemudian bersama-sama memimpin jalannya seremoni MoU tersebut.

Dalam pengantar berbahasa Arab yang disampaikan, Adi menekankan pentingnya kolaborasi strategis antar negara, lembaga-lembaga pendukung, dan Muhammadiyah untuk memakmurkan masjid sekaligus memberdayakan masyarakat.

"Masjid harus bergerak melampaui fungsi edukatif keagamaan dan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi berbasis syariah," ujarnya

Pihak UKP menyambut kerja sama ini sebagai inisiatif yang “tidak ditemukan di kementerian mana pun”, menandai keistimewaan program yang menggabungkan pendampingan ekonomi, pelatihan, serta penguatan kapasitas komunitas masjid secara terstruktur.

Kolaborasi ini memberikan ruang bagi Quantum Akyar Institute dan Majelis Tabligh Muhammadiyah untuk mengawal implementasi program di masjid-masjid binaan di seluruh Indonesia.

Melalui MoU ini, masyarakat sekitar masjid diharapkan memperoleh dua bentuk penguatan sekaligus, yaitu Pendidikan dan keilmuan Islam yang berkelanjutan, serta Pendampingan ekonomi kerakyatan yang dapat menumbuhkan kemandirian.

Sebagai bagian dari dukungan pemerintah, Kementerian Koperasi dan UKM direncanakan menyiapkan fasilitas unit usaha sejenis mart berbasis masjid untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Fasilitas ini diharapkan dapat menopang kegiatan pendidikan keagamaan sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi warga.

Usai sambutan dan uraian singkat dari para pihak, penandatanganan dokumen MoU dilakukan oleh Setiawan dan Fathurrahman, disaksikan oleh Adi Hidayat dan para tamu undangan.

MoU ini menandai harapan baru bagi penguatan ekonomi umat melalui masjid sebagai pusat pemberdayaan komunitas. Dan menjadi langkah besar menuju kemandirian ekonomi berbasis masjid resmi dimulai -sebuah ikhtiar yang diharapkan dapat memperkuat peran masjid dalam membangun kesejahteraan umat di seluruh Indonesia. (Indra/Vivi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Segenap jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Tegal yan....

Suara Muhammadiyah

24 July 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma'mun Murod, ....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

TULANG BAWANG, Suara Muhammadiyah – Di ujung pesisir timur Tulang Bawang, semangat kaderisasi ....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Menyambut arus mudik tahun 2026, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD....

Suara Muhammadiyah

17 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah- Menuju Milad Muhammadiyah yang ke-112, Lembaga Pengembangan Studi Is....

Suara Muhammadiyah

11 November 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah