Tidak Ingin Terninabobokan dengan Kebertahanan, SM Lakukan Lompatan Perubahan secara Berkelanjutan

Suara Muhammadiyah

11 February 2026

761
Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Abyan

Deni Asy’ari, MA., Dt Marajo. Foto: Abyan

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tidak banyak ditemukan media yang bertahan lebih dari 1 abad lamanya. Dalam hal ini, Suara Muhammadiyah (SM), menunjukkan eksistensi kebertahanan tersebut sebagai media resmi Persyarikatan.

“Saya melihat Suara Muhammadiyah memiliki multidimensi; beda dengan media-media lain,” ucap Deni Asy’ari.

Catatan sejarah menunjukkan, SM tidak memantapkan diri sebagai media pers. “Ini menjadi kekuatan kita,” sambungnya. Tapi, lebih membumi lagi ada dimensi murabbi (pendidikan), mujadid (pembaharu), mujtahid (pejuang), muwahid (pemersatu).

“Jadi dimensi-dimensi yang menjadi core value dari Majalah SM ini, yang menurut saya dalam aspek konten yang memberi suplly kemampuan kita untuk survival (bertahan),” jelas Deni.

Di lain sisi, berceceran media tampil di permukaan, lebih-lebih pasca-reformasi. Tapi, media-media itu tidak berbasis pada dimensi-dimensi tersebut. “Mereka lebih kepada aspek rating dan viewer,” bebernya.

Deni berkeyakinan, bilamana hal ini dijadikan patokan utama, niscaya keberadaannya tidak bertahan lama. “Karena apa? Basicnya tidak kuat,” ucapnya dalam podcast yang tayang di chanel Youtube Muhammadiyah Channel, Senin (9/2).

Meletakkan vitalnya dimensi tersebut, SM disebut Deni mentereng bukan karena memburu viralitas dalam hal ihwal menyajikan informasi. “SM lebih mencari isu-isu yang memiliki kedalaman makna,” sebutnya.

Yang hal itu berkelindan dengan core value dan dimensi tersebut. “(Ini) yang membuat dia (SM) bertahan dalam aspek konten,” jelasnya. Terlebih-lebih di era digital yang menyeruak ini, sebut Deni, menjadi tantangan yang tidak mudah dan sangat kompleks.

“Karena terjadi pergeseran pembaca, perubahan perilaku orang, sehingga lambat laun media cetak, media printing ditinggal,” urainya. Namun, SM tetap bertahan karena berpokok pangkal dengan dimensi tersebut.

Tapi, di lain sisi pun, tetap memerlukan transformasi berkelanjutan bercorak digitalisasi. “Maka, SM sekarang, selain versi printing, kita juga menyiapkan yang versi majalah digital. Tidak berita online saja, kita siapkan juga ada yang media versi digital,” ulasnya.

Meski begitu, SM tetap menghadirkan dalam bentuk fisik (media printing). “Masih kuat dalam aspek segmented dan ideologis,” singkapnya, walaupun sudah ada versi digitalnya. Tetap saja, diungkap Deni, SM tidak akan terjebak pada kemampuan bertahan sampai saat ini.

Melangkah ke depan, dalam menyongsong zaman yang nyaris tidak mudah diterka, SM melakukan pengembangan pada dimensi bisnis yang lain. “Untuk mempertahankan media cetak kita,” pungkasnya, seraya membentangkan bisnis tersebut memuat Logmart, SM Corner, sm Tower, SM Tour and Travel, Kemadjoean Resto, dan lainnya.

“Mudah-mudahan melalui berbagai divisi ini, kita mampu mempertahankan, tetap survive,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FK UMSU) me....

Suara Muhammadiyah

28 February 2025

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Ahad, 5 Mei 2024, Pantai Sawangan, Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen,....

Suara Muhammadiyah

5 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Susanti, CEO dan Founder PathGen, salah satu anggota dari Ser....

Suara Muhammadiyah

24 December 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah— Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (U....

Suara Muhammadiyah

29 June 2025

Berita

SORONG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sorong meresmikan MarketMu, sebu....

Suara Muhammadiyah

4 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah