Ulama Pendiam, Sederhana, dan Beretika Luhur Berpulang, Haedar Nashir Lepas Kepergiannya

Suara Muhammadiyah

23 May 2026

298

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir M.Si, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya tokoh Muhammadiyah, Prof Dr Hamim Ilyas. Menurutnya, kabar duka tersebut menghadirkan kesedihan yang begitu dalam bagi keluarga besar Muhammadiyah dan dunia akademik.

“Atas nama keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya,” ungkap Haedar.

Haedar menuturkan, pada Kamis terakhir sebelum wafat, Prof. Hamim Ilyas sudah tidak dapat berkomunikasi. Namun, air mata masih tampak mengalir dari matanya. Bagi Haedar, almarhum merupakan sosok yang sederhana, pendiam, tetapi sangat ramah dan memiliki etika yang luhur.

“Etikanya luhur sekali,” tegasnya.

Ia juga menyebut tingkat keilmuan Prof. Hamim Ilyas telah mencapai derajat rasikhuna fil ‘ilmi, yakni sosok yang mendalam ilmunya. Karena itu, almarhum dinilai meninggalkan jejak keteladanan yang mulia bagi umat dan generasi penerus. 

Dalam kesempatan tersebut, Haedar turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum apabila selama ini Persyarikatan Muhammadiyah banyak meminta perhatian dan pengabdian beliau. Menurutnya, seluruh pengabdian itu merupakan panggilan dakwah yang dijalani sebagai bagian dari pengabdian kepada Tuhan, agama, dan kemanusiaan.

Sementara itu, mewakili Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Muhammad Sodiq mengatakan bahwa sosok Prof. Hamim Ilyas sejatinya masih terus hidup melalui warisan ilmu dan keteladanannya.

“Kami merasakan Prof. Hamim Ilyas masih bersama kita. Beliau meninggalkan warisan yang luar biasa. Ia bagaikan mata air yang terus mengairi, bagai oase di tengah gurun yang menuntun murid-muridnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesederhanaan hidup almarhum menjadi teladan yang patut diwarisi. “Semoga kita bisa meneladani laku hidup beliau,” katanya. 

Tokoh lain, seperti Prof Syamsul Anwar, Prof Amin Abdullah juga turut hadir menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Di akhir sambutannya, Haedar mengingatkan bahwa kematian merupakan ketentuan Allah yang dapat datang melalui jalan apa pun, bisa dari sakit, musibah, maupun dalam keadaan yang tampak normal sekalipun. Karena itu, setiap manusia diingatkan untuk senantiasa mempersiapkan diri dengan amal dan pengabdian terbaik selama hidup. (diko)
 
 
 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Lomba Hifdzil Qur'an tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Cilacap dalam r....

Suara Muhammadiyah

24 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Amin Ba....

Suara Muhammadiyah

13 May 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWA Kalteng) m....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Berita

Menepis Kesalahpahaman Makna "Fitnah" Oleh: Donny Syofyan/Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas An....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Berita

TIMOR TENGAH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nazaruddin Malik mer....

Suara Muhammadiyah

12 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah