UMM Resmikan Sarana Air Bersih Berbasis Masyarakat di Tliu NTT

Publish

12 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
65
UMM

UMM

TIMOR TENGAH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nazaruddin Malik meresmikan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PASIMAS) Fetomone di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, 10 Februari ini. Program ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan akses air bersih berkelanjutan di wilayah yang selama ini dikenal memiliki tantangan serius dalam ketersediaan sumber air.

Adapun program ini merupakan hasil kerja sama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Danone Indonesia, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT, serta UMM dan Universitas Muhammadiyah Kupang. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa persoalan dasar masyarakat hanya dapat diselesaikan melalui sinergi lintas sektor.

Peresmian berlangsung khidmat dan sarat nilai kearifan lokal. Rombongan disambut langsung oleh ketua adat Desa Tliu, diiringi tarian dan sambutan khas suku setempat sebagai simbol penerimaan dan penghormatan masyarakat kepada para tamu. Suasana tersebut menggambarkan keterbukaan masyarakat desa terhadap program pembangunan yang berangkat dari kebutuhan riil warga.

Nazaruddin yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, UM Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Manado menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik.

“Air adalah sumber kehidupan. Di daerah seperti NTT, menghadirkan air bersih berarti membuka peluang hidup yang lebih layak, lebih sehat, dan lebih bermartabat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sarana air bersih yang diresmikan merupakan hasil kerja panjang dan kolaboratif, mulai dari proses penemuan titik mata air hingga pengembangannya menjadi sarana penunjang utama kebutuhan pengairan dan konsumsi masyarakat desa. Hal ini memiliki makna penting, mengingat wilayah NTT tidak mudah menemukan sumber air yang layak dan berkelanjutan.

Desa Tliu sendiri merupakan wilayah yang tergolong terpencil dengan keterbatasan akses infrastruktur. Meski demikian, semangat pendidikan terus tumbuh. Di desa tersebut telah berdiri SD Muhammadiyah yang menjadi pusat pembelajaran bagi anak-anak setempat.

Secara pribadi, Nazar juga memberikan bantuan dana pengembangan untuk SD Muhammadiyah Desa Tliu, beasiswa pendidikan sarjana kepada Kepala Desa setempat, serta dukungan sarana perpustakaan. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami ingin anak-anak Desa Tliu memiliki mimpi besar dan akses yang sama untuk meraihnya,” tegasnya.

Kepala Desa Tliu menyambut baik kehadiran program PASIMAS Fetomone dan dukungan yang diberikan. “Bagi kami, air bersih bukan sekadar fasilitas, tetapi harapan baru. Program ini sangat berarti bagi kehidupan masyarakat Desa Tliu,” ujarnya.

Melalui pengembangan sarana air bersih berbasis masyarakat ini, UMM berharap PASIMAS Fetomone mampu menjadi model pemberdayaan desa yang berkelanjutan, memperkuat kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pembangunan pendidikan dan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur. (diko)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung resmi melepas 15 Relaw....

Suara Muhammadiyah

3 December 2025

Berita

PADANGPANJANG, Suara Muhammadiyah - Santri Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang berbagi kebe....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Universitas Muhammadi....

Suara Muhammadiyah

3 June 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Talkshow Sustaina....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Masjid Al Muttaqiin Grand Tanjung Elok Purwokerto pertama kalinya dal....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025