TIONGKOK, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) terus memperluas jejaring internasional melalui partisipasinya dalam rangkaian workshop, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta konferensi internasional yang diselenggarakan di Tieling Health Vocational College, Liaoning Province, China, pada Sabtu-Senin (06-08/06/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Mozi Workshop, sebuah inisiatif yang berada di bawah kerangka Belt and Road Initiative yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan vokasi serta industri kesehatan dan kebugaran antara China dan Indonesia.
Rektor UMJ, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diperoleh UMJ untuk mengikuti berbagai agenda internasional di China. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih erat antara UMJ dengan institusi pendidikan di China.
“Alhamdulillah kami bisa hadir di workshop dan alhamdulillah cukup banyak rangkaian yang bisa kami ikuti. Termasuk hari ini, kami bisa mengikuti konferensi yang dihadiri dari berbagai negara,” ujar Ma’mun.
Ia berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan tinggi.
“Kami berharap bahwa kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya antara Tieling Health Vocational College dan Universitas Muhammadiyah Jakarta, tetapi juga dapat melibatkan universitas-universitas Muhammadiyah lainnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FIK UMJ, Dr. Ninik Yunitri, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun bersama Tieling Health Vocational College berfokus pada penguatan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai institusi pendukung di bidang kesehatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Fokus kerja samanya adalah menghubungkan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kami menjalin MoU dengan Tieling Health Vocational College, kemudian juga terhubung dengan lembaga pelatihan untuk penyaluran tenaga kerja kesehatan serta membuka peluang studi lanjut bagi mahasiswa,” jelasnya.
Ninik mengungkapkan bahwa terdapat wacana bagi mahasiswa untuk menempuh sebagian masa studi di China dan melanjutkannya di Indonesia melalui skema kerja sama antaruniversitas.“Kami melihat ada peluang yang sangat baik untuk pengembangan program double degree. Mahasiswa nantinya dapat belajar selama beberapa tahun di China dan melanjutkan pendidikannya di Indonesia melalui universitas yang bekerja sama,” katanya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi UMJ juga mengunjungi pusat pelatihan drone untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa, khususnya di bidang teknik dan program studi terkait. Delegasi UMJ turut menghadiri jamuan makan malam bersama gubernur setempat yang dihadiri diaspora, pimpinan industri, dan pimpinan perguruan tinggi sebagai pembuka konferensi internasional yang berlangsung pada hari berikutnya.

