UMKM BEJO Lazismu: Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi Ummat

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

82
Istimewa

Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Mengubah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari bantuan konsumtif menjadi pilar pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan merupakan komitmen utama Lazismu Mantrijeron. Berkolaborasi dengan Majelis Ekonomi dan Pariwisata PCM Mantrijeron, Lazismu Mantrijeron telah sukses merampungkan program Inkubasi UMKM Berdaya Jogja (BEJO) Batch #3 yang berlangsung selama enam bulan, sejak Desember 2025 hingga Juni 2026. 

Mengusung tema "Bersama UMKM, Membangun Kemandirian Ekonomi dan Kebaikan yang Berkelanjutan", program ini mendampingi 10 pelaku UMKM di wilayah Mantrijeron dan sekitarnya dari puluhan peserta yang mendaftar melalui serangkaian proses terstruktur, terencana dan profesional. Penyelenggaraan inkubasi ini berfokus pada penguatan kapasitas, tata kelola keuangan, perbaikan strategi pemasaran, hingga adaptasi teknologi digital guna menjawab berbagai tantangan mendasar yang kerap dihadapi usaha kecil.

Alur Pendampingan Terstruktur dan Holistik

Program BEJO Batch #3 tidak hanya menyalurkan bantuan modal usaha, melainkan menerapkan pendekatan komprehensif yang terbagi ke dalam enam tahapan utama: 

  1. Assessment & Baseline: Memetakan kondisi awal, permasalahan, serta kebutuhan spesifik setiap UMKM peserta. 

  2. Pelatihan Tematik (4 Sesi):

    • Pelatihan 1 : Mindset Kewirausahaan & Strategi Pemasaran bersama Coach Imam Syafii.

    • Pelatihan 2 : Business Model Canvas (BMC) & Strategi Bisnis bersama Coach Bambang Sugeng.

    • Pelatihan 3 : Digital Marketing & Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) bersama Coach Havri Prasetya.

    • Pelatihan 4 : Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Produktivitas dan Pemasaran UMKM bersama Coach Havri Prasetya.

  3. Coaching Individual & Pendampingan: Pendampingan intensif satu per satu untuk memastikan materi pelatihan diterapkan langsung dalam operasional harian. 

  4. Penguatan Modal Usaha: Penyaluran bantuan modal yang terarah untuk mendorong pengembangan skala usaha. 

  5. Monitoring Berkala: Pemantauan perkembangan usaha secara rutin. 

  6. Evaluasi Akhir: Penilaian menyeluruh atas capaian dan dampak program. 

Profil dan Keragaman Peserta

Mayoritas peserta didominasi oleh sektor kuliner (70%), disusul oleh sektor fashion (20%), dan jasa (10%). Keragaman ini memperkaya ruang diskusi dan kolaborasi lintas sektor antar-peserta. 

Adapun 10 UMKM yang berjuang dan bertumbuh bersama dalam program ini adalah: 

  • Kuliner: Burjo Mank Rais, Stasiun Es, Kedai Saka, Dapur Khansa, Surya Mandiri Tempe Murni, Ikan Fresh Bumbu Fatih, dan Gandos Kelapa Bu Paerah. 

  • Fashion: Weni Collection dan Wildflower Ecoprint. 

  • Jasa: Fest Clean and Repair. 

Dampak Nyata: Pertumbuhan Omzet dan Kemandirian Usaha

Hasil evaluasi program menunjukkan dampak positif yang sangat signifika. Hasil evaluasi program menunjukkan dampak positif yang sangat signifikan. Pertumbuhan Omzet Rata-rata 58,85%: Rata-rata omzet peserta meningkat dari Rp 7.251.995,-/bulan sebelum program menjadi Rp 11.519.536,-/bulan setelah pendampingan.

Penguatan Kapasitas Internal:

  • 100% peserta merasakan penambahan jumlah pelanggan. 

  • 90% peserta merasa lebih percaya diri dalam mengelola dan mengkerek pasar usahanya. 

  • 70% mengalami kenaikan penjualan dan peningkatan kualitas/variasi produk. 

  • 60% telah menerapkan pembukuan keuangan yang lebih rapi dan terstruktur. 

Kepuasan Peserta dan Evaluasi Program

Tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan program BEJO Batch #3 mencapai 90% (Sangat Puas), dengan perolehan nilai Net Promoter Score (NPS) sebesar +90 (Kategori Excellent). Skor ini mengindikasikan bahwa seluruh peserta tidak hanya merasa terbantu, tetapi juga sangat merekomendasikan program pendampingan ini kepada pelaku UMKM lainnya. 

Beberapa poin pembelajaran (lesson learned) penting yang didapatkan Lazismu Mantrijeron mencakup pentingnya assessment awal sebagai fondasi program, efektifnya coaching individual, ketepatan penyaluran modal sesuai kesiapan usaha, serta peran krusial digitalisasi dalam mendorong efisiensi dan jangkauan pasar. 

Menjaga Amanah, Mengalirkan Manfaat

Melalui laporan ini, Lazismu Mantrijeron menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para muzaki, donatur, mentor, serta Majelis Ekonomi dan Pariwisata PCM Mantrijeron atas sinergi dan kepercayaan yang diberikan. 

Pemberdayaan UMKM bukan sekadar perihal menaikkan angka-angka omzet, melainkan menumbuhkan rasa percaya diri, memperbaiki tata kelola, dan membangun kemandirian agar setiap penerima manfaat mampu berdiri tegak dan kelak memberi manfaat kembali bagi masyarakat luas. (Nur’aini Puji Lestari)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Majelis Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

13 January 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangkaian kegiatan Program Ketua Umum PP Muhammadiyah Meny....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

Pengenalan Kegiatan Keislaman dan Kemuhammadiyahan YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

20 July 2024

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Taekwondo UMP Meraih 13 Mendali Emas, 2 Mendali Perak, 1 Mendali Peru....

Suara Muhammadiyah

30 July 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengan dan Pendidikan Non Formal (D....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah