TERNATE, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) terus memperkuat kolaborasi strategis dan ukhuwah Islamiyah di bulan suci melalui rangkaian kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Pengajian Ramadan, serta Sholat Tarawih berjamaah, Sabtu (7/3).
Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi akbar bagi Keluarga Besar Civitas Akademika UMMU bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku Utara dan seluruh Organisasi Otonom (ORTOM) Muhammadiyah di tingkat Wilayah, Daerah, hingga Cabang.
Momen spiritual ini terasa semakin istimewa dan bermakna karena bertepatan dengan semangat baru kepemimpinan UMMU periode 2025–2030 Prof Ranita Rope di bulan yang penuh berkah ini.
Hadir Wali Kota Ternate Dr M Tauhid Soleman, MSi., Ketua PWM Maluku Utara Drs Ishak Jamaludin, MPd., Plt Kepala LLDIKTI Wilayah XII Prof Dr Saiful Deni, MSi., Kepala Badan Pembina Harian UMMU Dr Makbul AH Din, SAg., MSi., beserta jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan para mitra kerja sama.
Dalam kesempatan itu, Tauhid Soleman, mengapresiasi kontribusi UMMU dalam membangun sumber daya manusia di daerah, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kunci utama dalam penguatan inovasi di Ternate.
Sejalan dengan visi tersebut, Ranita Rope menegaskan bahwa momentum Ramadan bukan sekadar ruang penguatan spiritual, melainkan panggung sinergi yang nyata untuk mencetak SDM unggul berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Dalam sesi Pengajian Ramadan, Dr La Ode Ilman, Lc., MPd menegaskan bahwa ibadah puasa sejatinya adalah sebuah gerakan pengendalian diri dan ibarat sebuah "Training Center".
“Mengingat tabiat dasar manusia yang sering kali zalim, ingkar, kikir, dan tergesa-gesa, puasa hadir untuk memetamorfosis kepribadian manusia menjadi lebih mulia,” katanya.
Hal itu melalui tiga pilar substansi. Pertama, Kesalehan Individual. “Puasa bertindak sebagai "charger" yang mampu meningkatkan ketaqwaan, kesabaran, dan kontrol diri, sekaligus membangun kesadaran penuh bahwa setiap tindakan bermuara kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Kedua, Kesalehan Sosial. Menurut Ode, puasa menanamkan empati sosial, kasih sayang, dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan sebagai manifestasi sikap amar ma'ruf. Ketiga, Kesalehan Emosional. “Puasa melatih diri agar terbebas dari belenggu hawa nafsu, ketamakan, serta keburukan psikologis lainnya,” terangnya.
Menutup kajiannya, Dr La Ode mengingatkan pentingnya seni hidup harmonis di tengah keberagaman yang sejatinya merupakan tanda kebesaran Allah.
Beliau mengutip hadis yang menyebutkan bahwa haram tersentuh api neraka bagi seorang muslim yang memiliki empat sifat: Hayyin (tenang dan tidak temperamental), Layyin (lemah lembut dalam bersikap), Qarib (akrab, hangat, dan murah senyum), serta Sahl (selalu memudahkan urusan orang lain).
