UMP Garap 17 Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat

Suara Muhammadiyah

12 September 2026

84
UMP

UMP

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Masjid memiliki potensi besar untuk mengembangkan peran sebagai pusat ibadah, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi umat. Potensi tersebut dikembangkan melalui program “Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Pendampingan Model Pemasaran Digital Berbasis Kemitraan pada Masjid 17 Purwokerto” yang dilaksanakan oleh tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi berbasis masjid melalui penguatan literasi ekonomi digital, pemasaran digital, pengelolaan usaha, kewirausahaan, serta penguatan inkubasi bisnis melalui Cafe Kemakmuran Masjid 17 Purwokerto.

Program tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Tim pengabdian diketuai Havidz Cahya Pratama, S.Pd.I., M.Pd., bersama anggota Ns. Muhammad Hanif Prasetya Adhi, S.Kep., M.Kep., Safitri Mukarromah, S.Ag., M.Sy., Salsabila Ramadhani, dan Mughni Nurul Huda.

Havidz Cahya Pratama, M.Pd,  Ketua Tim Pengabdian menjelaskan Masjid 17 Purwokerto dipilih sebagai mitra karena memiliki modal sosial dan ekonomi yang cukup kuat, ditandai dengan struktur takmir yang solid, tingkat kepercayaan jamaah yang tinggi, serta keberadaan Cafe Kemakmuran yang telah menjadi ruang interaksi sosial sekaligus embrio aktivitas ekonomi jamaah dan Pemuda Masjid.

"Program ini menyasar 31 jamaah dan Pemuda Masjid, hasil identifikasi awal menunjukkan sekitar 60–75 persen peserta telah aktif menggunakan media sosial, tetapi pemanfaatannya masih dominan untuk komunikasi dan aktivitas sehari-hari dan belum diarahkan secara optimal sebagai sarana ekonomi produktif," ungkap Havidz.

Lebih lanjut ia memaparkan keberadaan Cafe Kemakmuran kemudian diarahkan untuk diperkuat sebagai ruang inkubasi bisnis berbasis masjid. Cafe dapat difungsikan sebagai tempat transaksi dan aktivitas ekonomi rutin, dan sebagai ruang belajar, pengembangan ide usaha, promosi produk, produksi konten, penguatan jejaring, serta uji coba model bisnis bagi jamaah dan Pemuda Masjid. Sebagian jamaah telah memiliki usaha mikro, antara lain kuliner rumahan, jasa, dan penjualan kebutuhan harian, tetapi masih berjalan secara individual. 

"Karena itu, penguatan inkubasi bisnis di Cafe Kemakmuran diarahkan untuk menghubungkan potensi usaha jamaah dengan pemasaran digital, branding, pencatatan keuangan, pembagian peran, pengembangan produk, dan peluang pendanaan," tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas mitra, tim pengabdian melaksanakan Pelatihan Host Live Marketing Digital pada 21 Agustus 2026. Kegiatan ini diisi oleh pemateri Tegar Roli Anugrafianto, M.Sos. membekali jamaah dan Pemuda Masjid dengan materi ekonomi digital, etika bermedia digital, pemasaran digital, affiliate marketing, pemanfaatan media sosial, pembuatan konten, hingga pencatatan sederhana aktivitas pemasaran. Pelatihan menggunakan metode ceramah interaktif, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung agar peserta mampu mengubah penggunaan media sosial dari sekadar aktivitas komunikasi menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung proses inkubasi usaha di Cafe Kemakmuran.

Kegiatan selanjutnya, penguatan ekosistem melalui Seminar Masjidpreneur dan Launching Studio Bisnis Digital dengan tema “Membangun Kemandirian Ekonomi Umat di Era Digital” yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, pukul 08.00 WIB. 

"Kegiatan ini menjadi momentum penguatan wawasan kewirausahaan, pemasaran digital, pendidikan Islam, serta pengembangan usaha dan akses pendanaan. Seminar sekaligus menjadi momentum peluncuran Studio Bisnis Digital sebagai fasilitas pendukung inkubasi bisnis yang dapat dimanfaatkan jamaah dan Pemuda Masjid untuk produksi konten, promosi produk, dan pengembangan aktivitas pemasaran digital," ujarnya.

Seminar menghadirkan empat pemateri dengan perspektif yang saling melengkapi. Safitri Mukarromah, Dosen Hukum Ekonomi Syariah FAI Universitas Muhammadiyah Purwokerto, membawakan topik “Membangun Bisnis Halal dan Berkah melalui Entrepreneur Syariah”. Ns. Nurul F Fitriana, praktisi affiliate marketing, menyampaikan materi “Affiliate for Gen Z: dari Scroll, Jadi Income”. Havidz Cahya Pratama, Dosen Pendidikan Agama Islam FAI UMP, membahas “Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Jiwa Entrepreneur dan Kemandirian Ekonomi Umat”. Sementara M. Hanif Prasetya Adhi, Dosen Keperawatan Fikes UMP, menyampaikan materi “Start Small, Think Big: Pemula Bisa Tembus Pendanaan Bisnis dari Kementerian”.

Havidz menambahkan salah satu produk unggulannya adalah Studio Bisnis Digital beserta perangkat pendukung produksi konten. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang praktik bagi Pemuda Masjid dan jamaah untuk menghasilkan foto dan video promosi, mengembangkan konten media sosial, serta mendukung pemasaran produk secara digital. Selain fasilitas tersebut, tim mengembangkan model pemasaran digital berbasis masjid, model pendampingan kewirausahaan digital, serta sistem sederhana pengelolaan aktivitas usaha dan pemasaran. Keseluruhan inovasi tersebut diintegrasikan dengan Cafe Kemakmuran sebagai ruang inkubasi bisnis sehingga terbentuk alur pemberdayaan mulai dari pengembangan ide dan produk, produksi konten, promosi, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.

Program ini memiliki target capaian yang terukur. Pada aspek literasi ekonomi digital dan pemasaran, minimal 80 persen peserta ditargetkan mampu memahami konsep dasar ekonomi digital dan etika bermedia serta menghasilkan minimal 10 konten promosi digital. Pada aspek pengelolaan usaha, ditargetkan tersedia format pencatatan pemasukan, pengeluaran, dan laporan usaha sederhana, dengan minimal 70 persen Pemuda Masjid mampu menerapkan pencatatan dan pembagian tugas. Pada aspek ekosistem digital dan inkubasi bisnis, ditargetkan terbentuk minimal satu akun media sosial usaha yang dikelola secara aktif oleh Pemuda Masjid serta pemanfaatan Studio Bisnis Digital dan Cafe Kemakmuran secara rutin sebagai ruang produksi konten, promosi, pembelajaran, dan pendampingan usaha.

Melalui rangkaian program tersebut, Masjid 17 Purwokerto diharapkan berkembang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat edukasi, kewirausahaan, pendampingan, dan inkubasi ekonomi umat. Pemuda Masjid diproyeksikan menjadi penggerak produksi konten, pengelolaan media sosial, pemasaran digital, serta pengembangan Cafe Kemakmuran sebagai ruang inkubasi bisnis. Program ini juga mendukung SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 9 tentang inovasi dan infrastruktur. Dengan mengintegrasikan nilai keislaman, teknologi digital, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat, Masjid 17 Purwokerto didorong menjadi ruang kolaborasi yang mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi umat secara lebih terarah, produktif, dan berkelanjutan. (diko/Chy)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan W....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo mengadakan up....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Berita

FILIPINA, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali memperkuat pe....

Suara Muhammadiyah

8 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Mualaf Learning Center atau MLC Lembaga Dakwah Komunitas Muhamm....

Suara Muhammadiyah

27 April 2026

Berita

BARITO KUALA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Barito Kuala (PDM Batola) kolaborasi....

Suara Muhammadiyah

31 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah