UMY dan Bawaslu Bantul Perkuat Kompetensi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks Pemilu

Publish

31 March 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
297
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan demokrasi di Indonesia melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, UMY berkolaborasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bantul dalam program bertajuk Penguatan Kompetensi Jurnalistik Aparat Pengawas Pemilu dalam Mendorong Keterbukaan Informasi Publik.

Program ini diwujudkan melalui kegiatan workshop dan pendampingan penulisan di media berbasis user-generated content (UGC) yang melibatkan siswa, guru, serta aparat pengawas pemilu. Kegiatan dilaksanakan di Aula MAN 2 Bantul dan didukung oleh SMK 1 Bantul, MAN 2 Bantul, serta Pemerintah Kalurahan Sabdodadi, Bantul.

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi digital, khususnya dalam menghadapi maraknya disinformasi dan hoaks terkait isu pemilu. “Kami ingin generasi muda, guru, aparat desa, hingga aparat pengawas pemilu menjadi agen literasi digital, khususnya dalam isu pemilu. Melalui kemampuan jurnalistik, mereka dapat menyampaikan informasi yang benar sekaligus turut mengawal demokrasi secara cerdas dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, menegaskan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Menurutnya, kemampuan literasi media dan jurnalistik kini menjadi kompetensi esensial di tengah derasnya arus informasi digital. “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Peserta tidak hanya belajar menulis berita, tetapi juga memahami bagaimana menyajikan informasi yang akurat, menarik, dan bertanggung jawab. Hal ini penting untuk membentuk generasi yang cerdas bermedia dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.

Program pengabdian ini diinisiasi oleh dosen UMY, Filosa Gita Sukmono. Program ini menekankan bahwa penguatan kompetensi jurnalistik merupakan salah satu strategi untuk melawan dominasi konten negatif di ruang digital. “Melalui program ini, kami mendorong lahirnya lebih banyak konten positif di media UGC. Ketika masyarakat mampu memproduksi informasi yang benar dan berkualitas, maka secara tidak langsung kita dapat mengimbangi bahkan mengalahkan arus hoaks yang beredar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Filosa berharap kegiatan pengabdian ini dapat menjadi contoh konkret peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi atas persoalan sosial di masyarakat, khususnya dalam penguatan literasi digital dan kualitas informasi publik. “Semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam produksi informasi yang benar, maka ruang bagi hoaks akan semakin sempit. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata kampus dalam menjaga kualitas demokrasi,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Performa Iphone 17e Terbaik untuk Gaming dan Fotografi, Dapatkan di Blibli.com Kamu pasti ingin tah....

Suara Muhammadiyah

13 May 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Konglomerat atau kelompok bisnis besar telah menjadi salah satu fak....

Suara Muhammadiyah

7 August 2024

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah Muhammadiyah pada....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 280 siswa SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap mengiku....

Suara Muhammadiyah

26 April 2025

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Kontingen SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) berangkat....

Suara Muhammadiyah

24 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah