Ketua LDK Pusat Paparkan Strategi Dakwah Komunitas ala Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

965
Muchamad Arifin, SAg., MAg

Muchamad Arifin, SAg., MAg

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan kembali menggelar Sekolah Tabligh secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan kapasitas para dai dan mubaligh Muhammadiyah di seluruh wilayah Sulsel agar mampu berdakwah sesuai dengan dinamika sosial masyarakat modern.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Muchamad Arifin, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang membawakan tema “Pengembangan Dakwah Komunitas di Muhammadiyah.”

Dalam paparannya selama kurang lebih 90 menit, Muchamad Arifin menjelaskan secara mendalam tentang latar belakang lahirnya Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah, yaitu sebagai respon atas kebutuhan model dakwah yang lebih kontekstual dan menyentuh realitas sosial masyarakat di berbagai lapisan.

“Muhammadiyah tidak hanya berdakwah di mimbar dan masjid, tetapi juga turun ke tengah masyarakat — ke komunitas-komunitas yang belum banyak tersentuh dakwah. Menjadi dai komunitas adalah panggilan hati yang datang dari Allah,” ungkapnya, Senin (10/11).

Menurutnya, LDK PP Muhammadiyah dibentuk dengan semangat memperluas jangkauan dakwah ke seluruh elemen umat, termasuk komunitas urban, marjinal, dunia kerja, hingga masyarakat adat dan mualaf. LDK menjadi instrumen strategis dalam memperkuat dakwah bil hal — dakwah melalui tindakan nyata — yang berorientasi pada pemberdayaan sosial dan penguatan ketahanan umat.

Lebih lanjut, Muchamad Arifin memaparkan strategi Dakwah Komunitas Muhammadiyah, yang mencakup tiga pendekatan utama. Pertama, pendekatan kultural, yakni memahami karakter sosial dan nilai-nilai lokal dalam setiap komunitas agar dakwah lebih diterima.

Kedua, pendekatan pemberdayaan, yaitu membangun kemandirian ekonomi, pendidikan, dan spiritual masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ketiga, pendekatan kolaboratif dan partisipatif, di mana dai tidak hanya memberi ceramah, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang didampinginya.

“Dakwah Muhammadiyah tidak eksklusif. Ia hadir untuk semua lapisan masyarakat — dari komunitas bawah, menengah, hingga atas, termasuk daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dan komunitas mualaf. Di sana, semangat dakwah tidak sekadar mengajak kepada syariat Islam, tetapi juga membangun martabat dan kemandirian,” tegasnya. (Rif)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah — Upaya memperkuat sistem digital Persyarikatan Muhammadiyah t....

Suara Muhammadiyah

20 April 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Universitas Muhammadiyah Pu....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Berita

KUKAR, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-112, Pimpinan Ranti....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Muballigh Muhammadiyah diharapkan dapat memahami dengan baik ....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Senin, 12 Agustus 2024 melaksana....

Suara Muhammadiyah

12 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah