UMY Kembangkan Ekonomi Sirkular, Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Bernilai Jual

Suara Muhammadiyah

4 March 2026

503
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Limbah minyak jelantah rumah tangga yang kerap mencemari lingkungan diolah menjadi produk bernilai ekonomi melalui program pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Tim dosen UMY yang dipimpin Helen Dian Fridayani, Ph.D., menggelar workshop pembuatan sabun dari minyak jelantah di Desa Wisata Kaji (Dewi Kajii), Desa Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Sabtu (28/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Agile Wastepreneurship : Dari Sampah Menjadi Berkah" melalui Inovasi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, yang mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian UMY, dengan masa pendampingan yang masih akan berjalan hingga akhir tahun 2026. 

Helen menjelaskan, minyak jelantah yang dibuang sembarangan berisiko mencemari tanah dan air. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, limbah tersebut diolah menjadi sabun ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Pengelolaan limbah harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi lokal yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar dosen Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMY ini saat dihubungi pada Selasa (3/3).

Helen menjelaskan, dalam workshop tersebut peserta dibekali pelatihan teknis mulai dari proses penyaringan minyak, pencampuran dengan larutan alkali sesuai standar keamanan, hingga pencetakan dan pengeringan sabun. Selain produksi, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengemasan, penentuan harga, dan strategi pemasaran berbasis komunitas maupun digital.

"Konsep wastepreneurship yang kami usung ini menekankan pada perubahan pola pikir masyarakat, yang mulanya dari sekadar pengelola limbah menjadi pelaku usaha berbasis inovasi lingkungan. Model ini berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi desa sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan," jelas Helen.

Ketua Dewi Kajii pun menurut Helen menyambut baik kolaborasi tersebut.

“Workshop ini menurut Ketua Dewi Kajii membuka perspektif baru bahwa limbah memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara inovatif,” katanya.

Melalui sinergi perguruan tinggi dan masyarakat desa, UMY berharap lahir unit usaha berbasis pengelolaan limbah yang replikatif dan berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan tak hanya mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sistematis dan jangka panjang.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan mela....

Suara Muhammadiyah

14 June 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar silaturahmi bakd....

Suara Muhammadiyah

24 April 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Melongok bulan September 2024, masyarakat bergembira karena b....

Suara Muhammadiyah

13 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam usianya yang ke-9 te....

Suara Muhammadiyah

15 September 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM)....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah