MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) turut berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana di Wilayah Kota Magelang yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang. Kegiatan pelatihan dengan tema “Bersama Lebih Kuat: Mitigasi Bencana Inklusif untuk Komunitas Disabilitas” tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/4) di Aula Kantor Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, dan diikuti oleh 90 peserta disabilitas.
Hadir sebagai narasumber, Ns. Robiul Fitri Masithoh, M.Kep., dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UNIMMA yang juga Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Disaster UNIMMA. Dalam paparannya, Robiul menyampaikan pentingnya pendekatan mitigasi bencana yang inklusif, khususnya bagi kelompok disabilitas dengan beragam kebutuhan.
Materi yang disampaikan meliputi protokol saat bencana (tanggap darurat) serta teknik mitigasi yang disesuaikan bagi penyandang tunanetra, tunarungu, dan disabilitas fisik. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik evakuasi, seperti penggunaan instruksi verbal bagi tunanetra, instruksi visual bagi tunarungu, hingga teknik evakuasi aman seperti two-person carry untuk penyandang disabilitas fisik. “Mitigasi bencana harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk teman-teman disabilitas. Pendekatan yang tepat bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kemandirian saat menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Robiul menambahkan, pemahaman yang inklusif dalam penanggulangan bencana menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh. “Disabilitas bukanlah batasan untuk bertahan dan beradaptasi. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang tepat, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk selamat,” tambahnya.
Turut hadir sebagai narasumber, Susianah, Pembina UKM FORDA (Forum Ramah Difabel) UNIMMA, yang memberikan perspektif tentang pentingnya lingkungan yang ramah difabel dalam situasi kebencanaan.
Adapun pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan komunitas disabilitas dalam menghadapi bencana, sekaligus mendorong terwujudnya sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif di Kota Magelang. UNIMMA pun terus berkomitmen untuk berperan aktif melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak luas dan berkelanjutan.
