Unismuh Gelontorkan Rp1,8 Miliar untuk Riset dan PKM Berbasis Hilirisasi

Suara Muhammadiyah

8 May 2025

1163
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya riset di lingkungan kampus melalui alokasi dana lebih dari Rp1,8 miliar untuk kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat (PKM) tahun 2025.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, menyampaikan bahwa pemanfaatan hibah—baik dari pemerintah maupun internal kampus—perlu dioptimalkan demi pengembangan kapasitas dosen dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Program ini bukan hanya memberikan poin untuk pengembangan karier dosen, tapi juga ‘koin’ untuk mendukung aktivitas riset,” kata Prof Andis, sapaan akrabnya, saat membuka Sosialisasi Pedoman Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2025 di Ruang Senat Lantai 17 Gedung Iqra, Rabu, 8 Mei 2025.

Sosialisasi ini diikuti pimpinan fakultas, lembaga, serta para dosen penerima hibah internasional dan dosen pemula penerima hibah internal.

Menurut Prof Andis, riset dosen perlu diarahkan pada output yang bermuara pada publikasi jurnal serta memiliki nilai hilirisasi.

"Ending-nya selain ke jurnal, kita juga perlu mendata riset-riset yang bisa dipamerkan saat ada pameran atau kunjungan pejabat negara, sebagai wujud kontribusi nyata akademisi,” ujarnya.

Koordinator penyusun pedoman penelitian dan PKM Unismuh Prof Agustan, memaparkan bahwa Unismuh memfokuskan pendanaan riset pada dua jalur utama, yakni kolaborasi internasional dan penelitian dosen pemula. Skema pengabdian masyarakat pun diarahkan pada kerja sama lintas negara.

“Dana untuk penelitian kolaborasi internasional sebesar Rp50 juta per judul, dengan total anggaran Rp1,25 miliar,” jelasnya.

Sementara untuk program PKM, tersedia dana Rp25 juta per judul, dengan total Rp600 juta.

Kampus juga membuka skema khusus untuk dosen pemula dengan alokasi Rp7,5 juta per judul, menyasar 25 judul dengan total anggaran Rp187,5 juta.

“Dengan skema ini, kami ingin pastikan riset dosen tidak hanya selesai di jurnal, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Prof Agustan.

Sosialisasi diisi oleh pemateri Maharida Manindar, M.Pd (Kerja Sama Internasional Riset dan PKM), Prof Agustan (Pedoman Penelitian), dan Prof Dr Syamsiah (Pedoman PKM), dengan moderator Dr Irnawati Idrus.

Acara dibuka dengan pengajian oleh Wakil Rektor III, Dr KH Mawardi Pewangi. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” sebagai landasan menjadikan riset kampus sebagai wujud aktualisasi 'Kampus Berdampak'. (Hadi/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Pagi menjelang siang, para tamu undangan dari wali santri dan relasi Ha....

Suara Muhammadiyah

15 July 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai benua terluas, Asia memiliki kekayaan kultural yang beragam. Di....

Suara Muhammadiyah

28 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membangga....

Suara Muhammadiyah

10 September 2025

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah K....

Suara Muhammadiyah

23 January 2025

Berita

KMS Ahmad Dahlan Gresik Luncurkan Sekolah Center KPM: Langkah Strategis SDMM Menuju Sekolah Unggulan....

Suara Muhammadiyah

2 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah