BREBES, Suara Muhammadiyah – Penyusunan modul ajar menjadi sangat penting sebagai penunjang aktivitas pembelajaran. Lebih-lebih, saat ini menggunakan pendekatan Deep Learning, menjadi amat diperlukan sebagai panduan bagi guru menyesuaikan dengan kebutuhan kurikulum terbaru.
Di situlah Tim Tim Pengabdian Departemen Pendidikan Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta mengedukasi guru SD/MI Muhammadiyah di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tonjong, Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (11/7).
Ketua tim pengabdian Wuri Wuryandani mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk atensi khusus kepada para guru dalam mengimplementasikan kurikulum terbaru. “Mendorong budaya guru untuk melakukan pembelajaran berbasis pada perencanaan yang sistematis,” katanya.
Di samping itu, membantu para guru untuk mengembangkan kompetensi profesionalitasnya sebagai pendidik. “Membekali guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran inovatif berpendekatan deep learning,” terangnya.
Wuri berharap, lewat acara ini, dapat meningkatkan pemahaman guru tentang pembelajaran inovatif berpendekatan deep learning di jenjang SD. Bersamaan dengan itu, juga meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran dengan pendekatan deep learning yang kreatif dan inovatif.
Materi disampaikan Fathurrohman, yang merupakan anggota tim pengabdian tersebut. Dengan membawakan topik “Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran di SD”.
Materi kedua, disampaikan Evy Nur Rochmah. Ia menyampaikan materi Pembelajaran Inovatif di SD yang membahas pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang kreatif, aktif, dan berpusat pada peserta didik mendukung terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Dan, Wuri sendiri, yang menyampaikan rancang bangun penyusunan Modul Ajar Berpendekatan Deep Learning. Materi mencakup tahapan penyusunan modul ajar mulai dari memahami capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun alur tujuan pembelajaran, komponen minimum dan komponen lengkap modul ajar, hingga merancang asesmen dan komponen modul ajar sesuai dengan pendekatan deep learning.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian Departemen Pendidikan Sekolah Dasar FIP UNY berharap guru-guru SD/MI di lingkungan PCM Tonjong mampu mengimplementasikan pendekatan deep learning melalui penyusunan modul ajar yang kontekstual dan inovatif, sehingga dapat mendukung terwujudnya pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.

